SBY: Hubungan RI-Australia makin solid
Dalam pertemuan itu, kedua delegasi membahas soal keamanan dan perdagangan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Julia Gillard, di Gedung Parlemen Teritori Kawasan Utara Australia, Darwin, Selasa (3/7) pagi.
Dalam pertemuan itu, kedua delegasi membahas soal keamanan dan perdagangan. Presiden SBY mengatakan, hubungan Indonesia-Australia semakin kuat dan berkembang. Pertemuan tersebut sangat baik digunakan untuk lebih meningkatkan kerja sama dan kemitraan kedua negara di berbagai bidang.
"Hubungan kita kuat, solid, dan terus berkembang. Harapan saya, pada pertemuan ini kita bisa menemukan peluang-peluang baru bagi peningkatan kerja sama di waktu yang akan datang," kata Presiden SBY, seperti dilansir dari presidenri.go.id.
"Kami siap mendiskusikan masalah-masalah bilateral maupun peran kita pada tingkat kawasan maupun dunia," kata SBY menambahkan.
Senada dengan SBY, PM Julia Gillard menegaskan kembali hubungan kuat Australia-Indonesia. "Sekarang saatnya kita memimpin delegasi kita masing-masing untuk menciptakan kerja sama yang komprehensif," kata Gillard.
Dalam pertemuan ini, Presiden SBY didampingi, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mendag Gita Wirjawan, Menteri BUMN, dan Seskab Dipo Alam.
Sementara Gillard didampingi Menhan Stephen Smith, Mendag Craig Emerson, dan Sekretaris Kabinet Mark Dreyfus.
Sebelum menggelar pertemuan bilateral, kedua pemimpin negara itu terlebih dahulu melakukan pembicaraan empat mata di ruang ketua parlemen, di gedung yang sama. Setelah pertemuan bilateral, SBY dan Gillard akan memberikan keterangan pers bersama di Speakers Green (halaman belakang Gedung Parlemen Teritori Kawasan Utara Australia).(mdk/dan)