'Saya berada di depan dukung Presiden perkuat keamanan nasional'
Presiden Joko Widodo terus melakukan konsolidasi untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Dia juga berulang kali mengingatkan jangan mudah terpancing oleh pihak ingin memecah belah kesatuan bangsa.
Presiden Joko Widodo terus melakukan konsolidasi untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Dia juga berulang kali mengingatkan jangan mudah terpancing oleh pihak ingin memecah belah kesatuan bangsa.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga mencium adanya agenda terselubung dalam demonstrasi 2 Desember nanti. Dia curiga ada pihak-pihak sengaja memanfaatkan momentum ini untuk melakukan makar.
Berbagai langkah diambil, salah satunya melakukan koordinasi dan dialog bersama gubernur se-Indonesia, di Kementerian Dalam Negeri, kemarin. Dalam pertemuan itu hadir juga Kapolri dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengapresiasi langkah Kementerian Dalam Negeri berkoordinasi dengan para kepala daerah untuk memperkuat stabilitas nasional. Dia mengaku siap berada di barisan depan jika ada yang merongrong keutuhan NKRI.
"Saya siap berada di depan untuk mendukung Presiden memperkuat stabilitas politik dan keamanan nasional," tegasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/11).
Menurutnya, pertemuan itu sangat penting bagi pemerintah daerah. Dia tak ingin karena kepentingan segelintir kelompok justru nantinya rakyat yang jadi korban.
"Stabilitas keamanan bukan hanya urusan pemerintah pusat, BNPT, Polri, atau TNI, tapi jelas ini tanggung jawab kita semua," tuturnya.
Dia juga menceritakan bagaimana Kalteng belajar dari pengalaman pahit konflik antar-suku pada 2001 silam. Menurutnya, peristiwa tersebut membuat rakyat lebih dewasa dan waspada.
"Kami di Kalteng pernah merasakan kesedihan akibat konflik. Kami tidak ingin masalah tersebut terulang lagi. Yang mau jadi pengganggu di Kalteng hadapi saya dulu," tandasnya.
Baca juga:
Kapolri Tito diminta tidak gegabah keluarkan informasi makar
Isu makar buat resah, DPR minta Jokowi evaluasi Kapolri
Senin pekan depan, Komisi III DPR panggil Kapolri soal makar
Pemerintah dinilai panik sebut demo 25 November disinyalir makar
Tegasnya TNI-Polri bakal tindak pelaku makar