LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Saudi Cabut Sejumlah Aturan Prokes Berpeluang Dibuka Kembali Pengiriman PMI

Pernyataan itu disampaikan menyikapi kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang mencabut beberapa aturan prokes Covid-19, di antaranya tidak perlunya penggunaan masker dan menjaga jarak di tempat terbuka.

2022-03-08 04:05:00
pekerja migran
Advertisement

Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan kebijakan Pemerintah Arab Saudi mencabut beberapa aturan protokol kesehatan (prokes) Covid-19, menjadi peluang dibukanya kembali pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI).

"Tidak menutup kemungkinan moratorium penerimaan PMI ke Arab Saudi dicabut. Tetapi untuk resminya kita tunggu edaran dari Menteri Ketenagakerjaan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram H Rudi Suryawan di Mataram, dilansir Antara, Senin (7/3).

Pernyataan itu disampaikan menyikapi kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang mencabut beberapa aturan prokes Covid-19, di antaranya tidak perlunya penggunaan masker dan menjaga jarak di tempat terbuka.

Advertisement

Menurutnya, setelah ada peluang terhadap kebijakan dari salah satu negara penerima PMI, pemerintah pusat tentunya akan melakukan koordinasi antara pemerintah dengan Arab Saudi.

"Kalau sudah ada keputusan, kita pasti menerima jika sudah kembali membuka penerimaan PMI," katanya.

Lebih jauh Rudi mengatakan jumlah calon PMI yang sudah mengurus administrasi secara resmi dan menunggu diberangkatkan saat ini tercatat 65 orang dengan enam negara tujuan.

Advertisement

Sebanyak enam negara tujuan itu meliputi, Hongkong 35 orang, Singapura 12 orang, Polandia 8 orang, Italia 5 orang, Taiwan dan Arab Saudi masing-masing satu orang.

"Calon PMI dengan negara tujuan Arab Saudi memang hanya satu, karena mereka tau Arab Saudi masih moratorium sejak awal pandemi Covid-19. Sedangkan Taiwan tersisa 1 orang, sebab akhir Februari sudah diberangkatkan 5 orang," katanya.

Khusus untuk calon PMI dengan negara tujuan Arab Saudi yang masih dalam daftar tunggu itu, katanya, akan bekerja pada sektor informal atau asisten rumah tangga.

Rudi berharap para calon PMI bisa bersabar menunggu jadwal keberangkatan secara resmi dan jangan sampai tergiur berangkat melalui jalur ilegal.

"Kalau ada tawaran berangkat ilegal, harus ditolak karena itu bisa merugikan calon dan mempersulit calon PMI. Selain itu, jaminan tidak jelas bahkan bisa terkatung-katung di perjalanan," katanya.

Baca juga:
Masih Tertahan di Ukraina, Sembilan PMI Asal Binjai Minta Dievakuasi
178 Pekerja Indonesia Asal Bali Ada di Rusia akan Dipulangkan
80 WNI Dievakuasi dari Ukraina, 30 Merupakan PMI Asal Bali
Israel Izinkan Ribuan Warga Palestina Masuk Negaranya
Aksi Imigran Meksiko Mogok Makan dengan Jahit Mulut
Pemerintah Buka Kuota 50.000 untuk Pekerja Migran di Kartu Prakerja Gelombang 23

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.