LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Satu orang tewas terseret arus saat banjir landa Kota Bandung

Satu orang tewas terseret arus saat banjir landa Kota Bandung. Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, satu orang tewas akibat terbawa arus banjir yang melanda Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (24/10). Korban terbawa arus saat sedang berupaya menolong orang.

2016-10-24 20:16:32
Banjir Bandung
Advertisement

Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, satu orang tewas akibat terbawa arus banjir yang melanda Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (24/10). Menurut Sutopo, korban terbawa arus saat sedang berupaya menolong orang tetapi justru terpeleset masuk selokan dan terbawa arus.

"Banjir menyebabkan satu orang meninggal dunia atas nama Ade Sudrajat, umur 30 tahun, pekerjaan karyawan Borma, alamat jalan Hegarmanah RT 07/08 Kelurahan Hegarmanah, Kota Bandung," kata Sutopo lewat keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Korban ditemukan di depan SMPN 15 Bandung dan sudah diserahkan ke pihak keluarga. Sutopo mengatakan, penanganan darurat banjir di Kota Bandung, terus dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Barat bersama unsur lainnya hingga saat ini.

Akibat hujan berintensitas tinggi menyebabkan bendung irigasi Citepus dan Sungai Citepus meluap sehingga menimbulkan banjir di daerah Pasteur, Pagarsih, Solokan Jeruk dan Sukajadi Kota Bandung pukul 13.30 WIB.

Meluapnya Sungai Citepus, kata dia, juga disebabkan aliran sungai tersumbat sampah dan pendangkalan sungai karena lumpur. Drainase perkotaan tidak mampu menampung aliran permukaan dari hujan yang lebat menyebabkan banjir parah. Tinggi banjir bervariasi 50-200 sentimeter.

"Kerusakan dan kerugian ekonomi akibat banjir masih dalam pendataan. Banyak kendaraan yang rusak dan terendam banjir," kata dia.

Dia mengatakan, BPBD Provinsi Jawa Barat bersama Polri, TNI, aparat kelurahan dan kecamatan melakukan evakuasi dan penyedotan air dengan menggunakan mesin pompa penyedot. Hingga saat ini Pemerintah Kota Bandung belum membentuk BPBD sehingga penanganan darurat di lapangan terhambat.

Menurut Sutopo, Pemkot Bandung belum memiliki rencana membentuk BPBD karena bencana banjir masih bisa ditangani Dinas Penanggulangan Pemadam Kebakaran (DPPK). Namun saat terjadi bencana alam seperti saat ini fungsi komando menjadi sulit dilaksanakan.

Saat ini, kata dia, banjir sudah surut di Jalan Pasteur dan lintasan jalan bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Proses proses evakuasi di daerah Pagarsih dan Solokan Jeruk masih dilakukan. Ketinggian air saat ini sekitar 50-80 sentimeter.

"BPBD Provinsi Jabar bersama unsur Polri, TNI, kelurahan dan kecamatan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi banjir susulan," tandasnya.

Baca juga:
Banjir di Pasteur Bandung disebabkan sedimentasi sampah dan lumpur
Terseret banjir di Bandung, mobil & motor milik kelurahan hilang
Banjir sempat rendam 7 kelas, masjid, perpustakaan di SMAN 9 Bandung
Banjir di Pasteur surut, lalu lintas kembali bisa dilalui
Parahnya banjir di Pasteur dan Saritem, banyak mobil terendam
Banjir Bandung, ratusan rumah terendam hingga pagar SMAN 9 jebol
Bantu warga, Ade justru tewas terseret arus banjir di Bandung

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.