LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Satu keluarga di Bali tidur di kandang ayam

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta prihatin ada warganya hidup susah.

2014-09-07 18:16:49
Kemiskinan
Advertisement

Bagi Wayan Murta (30) hidup dalam keadaan susah sudah biasa. Bahkan bersama keluarganya, warga di Kabupaten Klungkung, Bali itu sudah bertahun-tahun hidup bersama ayam peliharaannya.

Rumah Wayan hanya berdindingkan anyaman bambu dan tanah liat. Di dalam rumah banyak ayam. Bahkan di bale tempat tidur gubuk ini, di atasnya ada seekor ayam sedang mengeram. "Keseharian kami hanya mengandalkan makan beras jatah dan jual ayam kalau ada yang bisa dijual," kata Wayan Murta di Nusa Penida, Minggu (7/9).

Di dalam gubuk berukuran 4x5 meter ini, Wayan Murta tinggal bersama istri Ni Nyoman Sarmi (25), anak pertamanya Gede Januadi Saputra (7), dan anak keduanya Kadek Ratna Setiawati (3 bulan) serta kakek Wayan Murta, Wayan Siman (70). Selain ditempati berlima, di dalam rumah dengan alas tanah ini keluarga Wayan Murta melakukan aktivitasnya seperti memasak dan memelihara ayam dalam gubuk ini.

Kondisi ini memantik rasa keprihatinan dari orang nomor satu di bumi serombotan yaitu Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Dia secara mendadak mendatangi langsung keluarga penerima bedah rumah di Kecamatan Nusa Penida ini, Sabtu (6/9). Bersama anggota DPRD Klungkung dapil Kecamatan Nusa Penida, Kadek Jana dan didampingi Camat Nusa Penida, Ketut Sukla melakukan kunjungan lapangan, tepatnya di Banjar Antapan, Desa Batukandik, Nusa Penida.

Bupati menyatakan rasa prihatinnya. "Lurah camat dan semua prajuru di desa saya harapkan untuk segera melaporkan bila ada hal seperti ini juga terjadi. Saya dan kita semua bisa makan enak, tetapi warga saya seperti ini," kata Suwirta.

Melihat kondisi ini, Suwirta sangat marah dan sedih lantaran ini terjadi sudah puluhan tahun. "Kami akan lakukan bedah rumah, ya secepatnya," ujarnya.

"Malu saya, sampai tidak tahu warganya seperti ini," imbuhnya.(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.