LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Satpol PP bongkar rumah di bawah fly over Tambakrejo Semarang

Warga Kampung Tambakrejo memprotes Satpol PP Kota Semarang yang melakukan penggusuran. Warga yang berada di lingkungan RT 05 RW XIV Tambakrejo tersebut menuding pemerintah arogan karena bertindak tanpa memberi peringatan.

2018-07-13 21:34:00
Penggusuran
Advertisement

Warga Kampung Tambakrejo memprotes Satpol PP Kota Semarang yang melakukan penggusuran. Warga yang berada di lingkungan RT 05 RW XIV Tambakrejo tersebut menuding pemerintah arogan karena bertindak tanpa memberi peringatan.

"Tidak ada peringatan sama sekali kok. Tiba-tiba banyak Satpol PP pada bawa linggis dan palu pada masuk ke rumah saya," ungkap Bonisih, warga setempat, Jumat (13/7).

Beberapa petugas kemudian merangsek ke sejumlah rumah warga untuk membongkar bedeng-bedeng dan rumah berada di bawah fly over Jalan Yos Sudarso.

Advertisement

Dia kemudian meminta bantuan kepada pengurus RT. "Saya panik lalu panggil-panggil Bu RT. Sebab saya sendirian tinggal di sini. Makanya takut sekali lihat Satpol PP melemparkan barang-barang saya keluar rumah," terangnya.

Ia yang saban hari menjadi tukang pijat tersebut sudah 10 tahun menempati rumahnya di Tambakrejo. Lahan yang ia tempati diakuinya pula merupakan milik negara. Wanita asal Jepara ini semula ngontrak rumah di beberapa tempat sebelum melihat lahan kosong di bantaran Banjir Kanal Timur tersebut.

Dia khawatir jika dia dipindah ke Rusunawa Kudu maka hidupnya bertambah susah. Dari 147 warga Tambakrejo, kini sudah ada 40 lebih warga yang terpaksa pindah ke rusunawa.

Advertisement

"Memang lahan ini bukan milik saya. Tapi bangunannya kan milik saya. Harusnya diberi ganti rugi. Soalnya saya sudah susah payah membangun rumah dan tinggal selama ini 10 tahun," terangnya.

Ana Muspaidah, warga Tambakrejo lainnya juga mengungkapkan kekhawatiran serupa. Ana dan tetangganya baru diajak rembug sekali oleh Kecamatan Semarang Utara.

"Dengan tindakan nekat Satpol PP, kita sekarang semakin waspada. Kita semua tetap jaga-jaga terus. Karena besok pasti jumlah mereka lebih banyak," katanya.

Baca juga:
Pembangunan Masjid Raya Sriwedari, sejumlah PKL segera digusur
Warga Kampung Akuarium cabut gugatan terkait penggusuran zaman Ahok
Terancam digusur dan dikriminalisasi, warga Lengkong geruduk Balai Kota
Tolak digusur, warga Kebun Sayur Ciracas mengadu ke Komnas HAM
Anies janjikan rumah permanen untuk warga Kampung Akuarium
Sudah bayar sewa, pedagang takjil di Grand Depok City digusur Satpol PP

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.