Satgas Minta Perguruan Tinggi Turut Edukasi Masyarakat Cegah Covid-19
Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang bisa mempengaruhi masyarakat. Ada sejumlah hal yang bisa disampaikan perguruan tinggi kepada masyarakat, di antaranya menekan mobilitas masyarakat.
Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito meminta perguruan tinggi turut berpartisipasi mengedukasi masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Perguruan tinggi merupakan lembaga pendidikan yang bisa mempengaruhi masyarakat.
Wiku menyebut, ada sejumlah hal yang bisa disampaikan perguruan tinggi kepada masyarakat, di antaranya menekan mobilitas masyarakat. Saat ini, pemerintah menggencarkan upaya tracing untuk mengidentifikasi dini kasus Covid-19.
Namun, upaya tracing tidak akan berdampak positif pada pengendalian Covid-19 jika mobilitas masyarakat tidak ditekan.
"Jadi contact tracing itu kalau tidak dibarengi dengan pengereman enggak akan mampu. Ini lah yang harus disampaikan kepada seluruh masyarakat," kata Wiku dalam diskusi virtual, Sabtu (22/5).
Selain mengedukasi masyarakat, pihak yang terlibat dalam perguruan tinggi juga harus mengurangi mobilitas, misalnya dosen dan mahasiswa. Jika masyarakat dan perguruan tinggi tidak bisa mengendalikan mobilitas, maka penularan Covid-19 tidak bisa dikendalikan.
"Anda adalah bagian yang bisa mengendalikan kita semuanya. Kalau dia (masyarakat) tidak mau dikontrol, kita juga tidak mau dikontrol, ya kita tinggal menunggu ujungnya saja," ujarnya.
Wiku melanjutkan, perguruan tinggi juga perlu mengajak masyarakat mengubah perilaku untuk mematuhi protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang dimaksud yakni menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak aman dan menghindari kerumunan serta mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir secara rutin.
Mantan dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) ini menjelaskan, protokol kesehatan merupakan salah satu kunci memotong rantai penularan Covid-19. Jika semua orang mematuhi protokol kesehatan, virus Covid-19 tidak akan bertransmisi.
"Kalau kita merubah perilaku, virusnya sendiri yang akan frustasi. Kalau kita merubah perilaku dan kita tetap aktivitas sosial ekonomi dengan baik kita bisa menang," tandasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Donny Budi Utoyo menambahkan, pemerintah saat ini tengah melaksanakan berbagai program. Antara lain Literasi Digital Nasional yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Sehingga dengan begitu, diharapkan dapat menjadi sebuah gerakan yang mendorong berbagai inisiatif semua pihak untuk melakukan kerja-kerja konkrit di tengah masyarakat.
"Gerakan ini baru saja diluncurkan Bapak Presiden Joko Widodo. Konsepnya multi stakeholders atau gotong royong. Jadi gerakan ini adalah kerja gotong royong supaya Indonesia makin cakap digital dalam memanfaatkan digitalisasi untuk kegiatan edukatif dan produktif," kata Donny.
Reporter: Nanda Perdana Putra
Baca juga:
Ini Syarat PNS Bisa Mengikuti Program Kerja dari Bali
Pemerintah Bakal Transformasi Ekonomi Bali Agar Tak Hanya Bergantung Pariwisata
Bertambah 5.296, Ini Sebaran Kasus Positif Covid-19 di Indonesia per 22 Mei
2 Kasus Varian Baru Covid-19 dari India Ditemukan di Jakarta
Thailand Latih Anjing Deteksi Virus Corona Lewat Keringat
Kasus Bertambah 5.296, Total Hampir 2 Juta Penduduk RI Positif Covid-19 per 22 Mei