LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Satgas: Kapasitas Isolasi RS 93 Persen dan ICU 97 Persen Per 23 Januari 2022

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memastikan pemerintah telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan perawatan di rumah sakit rujukan. Data 17 Januari 2022, kebutuhan perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit menurun.

2022-01-26 09:28:27
Satgas Covid-19
Advertisement

Kasus aktif Covid-19 merangkak naik sejak varian Omicron terdeteksi di Indonsia pada 16 Desember 2021. Kasus aktif merupakan pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan dan isolasi.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memastikan pemerintah telah mengantisipasi lonjakan kebutuhan perawatan di rumah sakit rujukan. Data 17 Januari 2022, kebutuhan perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit menurun.

Penurunan ini terjadi setelah pemerintah mengizinkan pasien Omicron tanpa gejala dan bergejala ringan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Advertisement

"Walaupun begitu, pemerintah tetap waspada dan berhati-hati dengan melakukan langkah antisipasi penyediaan bed," ujarnya, Rabu (26/1).

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, secara nasional telah tersedia 80.000 tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19. Per 23 Januari 2022, ketersediaan tempat tidur untuk ruang isolasi sebesar 93 persen, sementara ICU 97 persen.

"Selain itu, pemerintah telah memasok obat-obatan serta alat kesehatan lainnya yang diperlukan untuk perawatan pasien positif sebagai satu kesatuan upaya kontingensi jika terjadi lonjakan permintaan rawat inap di kemudian hari," jelasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah sudah menyiapkan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron. Saat ini, sudah ada 80.000 tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19. Rencananya, pemerintah akan menambah tempat tidur di rumah sakit menjadi 150.000.

"Kita masih bisa meningkatkan jumlah tempat tidur rumah sakitnya ke angka 150.000," kata Budi, Selasa (11/1) malam.

Budi menyebut, pemerintah juga sudah menyiapkan obat Covid-19 Molnupiravir produksi Merck sebanyak 400.000 tablet dan protokol kesehatan baru untuk perawatan pasien di rumah sakit. Sejalan dengan itu, pemerintah sudah mendistribusikan lebih dari 16.000 oksigen generator ke seluruh fasilitas kesehatan dan memasang lebih dari 36 oksigen konsentrator di rumah sakit.

Menurut Budi, kemungkinan kasus Omicron akan meningkat cepat dan banyak. Berdasarkan penelitian, sebanyak 30 sampai 40 persen pasien Covid-19 masuk rumah sakit.

Dilihat dari karakteristiknya, Omicron memiliki tingkat penularan sangat cepat. Namun, gejala yang ditimbulkan relatif lebih ringan.

"Tapi kita harus tetap waspada dan hati-hati. Kita harus siaga dan tidak perlu panik karena kasus yang masuk rumah sakit jauh lebih rendah dibandingkan dengan sebelumnya," ucapnya.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengatakan sebetulnya cara menghadapi Omicron sama seperti varian lainnya. Pertama, menjalankan protokol kesehatan dengan ketat, terutama menggunakan masker.

Kedua, memperketat surveilans. Jika warga merasakan kondisi tubuhnya tidak sehat, harus segera melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Ketiga, segera mengikuti vaksinasi Covid-19.

"Terutama orang tua kita, para lansia yang belum divaksin, harus segera divaksin. Mereka adalah orang-orang yang harus kita lindungi karena merupakan faktor yang paling lemah untuk masuk ke rumah sakit," katanya mengakhiri.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.