Satgas Dukung Wacana Vaksin Dosis Keempat, Tapi Lebih Utamakan Protokol Kesehatan
Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito merespons wacana pemberian vaksinasi dosis keempat Covid-19. Dia menyebut, Satgas mendukung apapun bentuk upaya vaksinasi.
Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito merespons wacana pemberian vaksinasi dosis keempat Covid-19. Dia menyebut, Satgas mendukung apapun bentuk upaya vaksinasi.
"Satgas mendukung apapun bentuk upaya vaksinasi, namun tetap menitikberatkan pada penerapan protokol kesehatan yang disertai pemahaman masyarakat yang baik untuk pencegahan infeksi Covid-19 yang utama," katanya dalam jumpa pers, Kamis (24/2).
Wiku menambahkan, prinsipnya vaksinasi pertama dan kedua membuat orang yang belum terlindungi menjadi terlindungi. Dengan ditambah booster perlindungan menjadi lebih kuat.
"Serta mempertahankan perlindungan pada orang yang divaksin sebelumnya agar tetap terlindungi dengan vaksin booster," ucapnya.
Wiku melanjutkan, tentunya program vaksinasi akan lebih fokus menjangkau sasaran yang belum divaksinasi. Orang yang sudah divaksin juga diperhatikan pemerintah.
"Di satu sisi pemerintah tetap memperhatikan orang orang yang telah divaksin agar semakin terlindungi," pungkasnya.
Kementerian Kesehatan membuka kemungkinan vaksinasi Covid-19 dosis ke empat kepada masyarakat. Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono.
"Kalau nanti diperlukan dengan studi yang terus kita evaluasi ternyata kita butuh booster keempat, bukan tidak mungkin booster keempat itu perlu dilakukan," ungkapnya saat mengisi acara Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rabu (23/2).
Dante mengatakan, saat ini Kementerian Kesehatan fokus pada vaksinasi Covid-19 primer dosis satu dan dua serta booster ketiga. Vaksinasi primer ditargetkan rampung pada Juni 2022.
Setelah itu baru Kementerian Kesehatan melakukan evaluasi dengan uji lidik epidemiologi untuk mengukur seberapa penting vaksinasi booster ke empat diperlukan guna meningkatkan kekebalan tubuh.
"Bukan tidak mungkin booster keempat itu diperlukan. Tapi bukan sekarang waktunya untuk melakukan booster keempat," ujarnya.
(mdk/rnd)