Satgas Covid-19 Sebut Tenaga Kesehatan Wajib Dilindungi dengan Vaksinasi
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayan publik.
Pemerintah telah mendatangkan 3 juta dosis vaksin Covid-19, Sinovac dari Tiongkok. Vaksin tersebut didatangkan secara bertahap. Tahap pertama pada 6 Desember 2020 sebanyak 1,2 juta dosis dan 31 Desember 2020 1,8 juta dosis.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, menyatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan diprioritaskan bagi 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayan publik. Keputusan ini diambil berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO).
WHO mengatakan bahwa perlindungan kepada tenaga kesehatan adalah wajib dan harus dilakukan oleh seluruh negara di dunia. Di Indonesia, lebih dari 500 tenaga kesehatan gugur akibat Covid-19 selama 10 bulan pandemi.
"Hilangnya tenaga kesehatan ini dinilai sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan sistem kesehatan dalam negeri terancam collapse (lumpuh). Padahal untuk melahirkan seorang tenaga kesehatan butuh 4 sampai 7 tahun. Sementara 100 ribu pasien Covid-19 sedang menunggu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," katanya melalui siaran pers covid19.go.id, Selasa (5/1).
Reisa mengingatkan, tenaga kesehatan juga wajib memelihara kesehatan termasuk melindungi keselamatan teman sejawatnya. Salah satu caranya, bersedia divaksin Covid-19.
"Melindungi teman sejawat, pasien, bahkan keluarga kita adalah kewajiban moral," sambungnya.
Puteri Indonesia Lingkungan 2010 ini memastikan, vaksin Covid-19 aman digunakan. Dia menegaskan, guru-guru tenaga kesehatan yang berpengalaman puluhan tahun telah mendampingi proses pengkajian vaksin. Apalagi, saat ini vaksin Covid-19 sudah masuk uji klinis fase 3, artinya sudah lulus uji klinis fase 1 dan 2.
"Yang saat ini sedang kita tunggu ialah efikasi, di mana efikasi adalah persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksinasi," jelasnya.
Dia menerangkan, vaksin Covid-19 yang sudah tiba di Indonesia saat ini berbasis inactivated virus atau virus yang tidak aktif. Metode ini sudah dikenal selama ratusan tahun, tepatnya sejak adanya vaksin rabies.
Metode ini, kata Reisa, terbukti manjur melindungi diri dan mengeradikasi penyakit menular. Bukti lainnya ialah, vaksin polio dibuat dengan metode ini dan telah menyelamatkan jutaan anak dari risko lumpuh serta kehilangan masa depan.
"Bahkan Agustus tahun lalu, kita merayakan enyah polio dari Afrika. Dan kita, bangsa Indonesia berjasa besar dalam hal ini, karena vaksin dengan platform inactivated virus ini adalah buatan PT Bio Farma," jelasnya.
Karena itu, Reisa meminta para tenaga kesehatan tidak ragu untuk divaksinasi. Dia memastikan, pemerintah tetap memberikan perlindungan lain kepada tenaga kesehatan seperti menyediakan alat pelindung diri, meningkatkan kemampuan teknis dan tersedianya informasi terkini penanganan Covid-19. Termasuk juga insentif dan apresiasi kerja tenaga kesehatan.
Baca juga:
Jubir Vaksinasi: BPOM Segera Terbitkan Sertifikat Lot Release 1,8 Juta Vaksin Sinovac
Tiba di Kupang, Vaksin Covid-19 Sinovac Siap Diberikan ke 6.000 Nakes di NTT
Gubernur Bali Minta Divaksin Covid-19 Tahap Pertama Bersama Para Nakes
Pemkot Tangerang Ajukan 2,4 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Aturan Penyimpanan dan Pendistribusian Vaksin Covid-19