Satgas Covid-19: Kita Ingin Segera Mungkin Positivity Rate di Bawah 5 Persen
Standar aman yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), positivity rate Covid-19 berada di bawah 5 persen.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi mengatakan pemerintah berupaya menekan angka positivity rate hingga di bawah 5 persen. Saat ini, positivity rate nasional berada di angka 12,75 persen.
Standar aman yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), positivity rate Covid-19 berada di bawah 5 persen.
"Pokoknya kita ingin segera mungkin mencapai target positivity rate di bawah 5 persen," katanya dalam diskusi virtual, Selasa (31/8).
Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka positivity rate. Di antaranya, menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level, mulai level 4, 3, 2, dan 1.
Kemudian, mempercepat dan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19. Meningkatkan kapasitas testing dan tracing serta memperketat penerapan protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.
"Mendorong masyarakat untuk patuh protokol (kesehatan) secara bersama-sama, sehingga kita akan betul-betul bisa melandaikan kurva ini sesuai target," ujarnya.
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito mengatakan pemerintah akan mengubah penanganan Covid-19 menjadi pengendalian Covid-19. Perubahan strategi ini bertujuan untuk menjadikan pandemi sebagai endemi Covid-19.
"Jadi arahnya itu mengubah pandemi menjadi endemi," katanya dalam Rapat Koordinasi Penguatan Penanganan Covid-19 di Bali yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (19/8).
Ganip menjelaskan, keputusan pemerintah ingin mengubah penanganan menjadi pengendalian karena Covid-19 tak bisa dipastikan kapan berakhir. Justru, kasus Covid-19 terus bertambah diikuti dengan varian barunya.
"Kita tidak akan bisa sepenuhnya menghapus Covid-19 dalam waktu singkat, karena tidak ada satu ahli pun yang bisa menjamin kapan Covid-19 ini berakhir," ujarnya.
Jika pemerintah mengubah penanganan menjadi pengendalian Covid-19, masyarakat bisa lebih produktif dan aman. Meskipun masyarakat harus hidup berdampingan dengan Covid-19.
Ganip menyebut, menuju endemi Covid-19, ada tiga hal yang bisa dilakukan pemerintah dan masyarakat. Pertama memperketat penerapan 3M (Menggunakan masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan pakai sabun).
"Jadi protokol kesehatan khususnya menggunakan masker ini menjadi proteksi paling mudah dan bisa dilakukan setiap orang, hanya butuh pendekatan sosialisasi dan edukasi untuk itu," tuturnya.
Kedua, meningkatkan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Ketiga, mempercepat dan memperluas vaksinasi Covid-19.
"Dengan tiga (hal) ini, kita bisa mengendalikan pandemi," tutupnya.
Baca juga:
Satgas: Kondisi Kasus Covid-19 Sudah Membaik, Masyarakat Jangan Lengah
Rentannya Anak Terpapar Covid-19 Varian Delta, Waspadai Gejalanya
AHY Soroti Angka Kematian Akibat Covid Masih Tinggi
AHY Sebut Demokrat Tak Pernah Menyalahkan Pemerintah Terkait Penanganan Pandemi
Sekolah Tatap Muka Dimulai Selama PPKM, Perhatikan Aturan Prokes Ini
Gelar PTM, Pemkot Palembang Mewajibkan Wali Siswa Buat Surat Persetujuan