Sapa mahasiswa difabel, air mata Khofifah mengalir deras
Khofifah yang didampingi seorang penerjemah berbincang hangat dan saling berpelukan.
Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa tidak bisa menahan haru di depan para mahasiswa penyandang difabel di Universitas Brawijaya, Malang. Beberapa kali, tangannya menyeka air mata haru yang menetes di pipinya.
Khofifah memberikan kuliah umum bertajuk 'Peran Mahasiswa Dalam meningkatkan Rasa Kepedulian Sosial' di Gedung Samanta Krida Universitas Brawijaya. Selama satu jam kuliahnya memaparkan program-program Kementerian Sosial yang dipimpinnya.
"Departemen Sosial jangan hanya menjadi departemen charity, itu yang membuat Gus Dur menghapuskan Kementerian Sosial waktu itu. Departemen Sosial harus mampu mencetak entrepreneurship. Mereka bisa mandiri setelah memperoleh pendampingan di panti-panti sosial," katanya di Malang, Kamis (4/12).
Selesai memberikan kuliah umum, Khofifah saling bertukar cindera mata. Pertama, cindera mata dari Khofifah diberikan untuk Prof Muhammad Bisri, rektor Universitas Brawijaya, disusul kepada para difabel yang sudah duduk mengantre.
Saat menyerahkan cindera mata kepada seorang tuna rungu, Khofifah yang didampingi seorang penerjemah berbincang hangat dan saling berpelukan. Beberapa kali kejadian itu terulang, dan matanya terlihat mulai berkaca-kaca. Sambil berusaha menahan haru, dia bergeser posisi mengambil cindera mata selanjutnya.
Namun giliran memberikan beberapa penyandang difable yang mengenakan kursi roda, rupanya Khofifah benar-benar tak kuasa menahan air matanya. Sesaat kedua tangannya menyeka, sambil membetulkan jilbab ungunya. "Maafkan ya, semangat terus pokoknya," kata Khofifah.
Ada puluhan mahasiswa Universitas Brawijaya penyandang difabel yang hadir di ruangan tersebut. Nampak Herliny Meuthia Ranthy (Ketua Forum Mahasiswa Peduli Inklusi) dan Yohana X-Factor.
Baca juga:
Pak Ahok, kenapa angkutan Jakarta tak ramah untuk disabilitas?
Ridwan Kamil janji perhatikan kaum disabilitas
Peringati Hari Disabilitas, ATM khusus orang cacat diluncurkan
Penyandang masalah kejiwaan diuji coba jadi petugas kebersihan
Ridwan Kamil diminta buka lapangan kerja buat para tunanetra
Bagi-bagi bunga, disabilitas tak mau dianggap minta-minta