Santoso tewas setelah peluru menembus perut dan punggung
Satgas Tinombala masih melakukan pengejaran terhadap sisa kelompok Santoso.
Pentolan Mujahidin Islam Timur (MIT) Abu Wardah alias Santoso dipastikan tewas dalam Baku Tembak dengan Satgas Tinombala di Hutan Tambarana Poso pesisir, Sulawesi Tengah, Senin (18/7). Timah panas menembus bagian tubuhnya.
"Di bagian perut ada dua bagian tembakan, itu di punggung belakang dan perut," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Gedung Divisi Humas Polri, Selasa (20/7).
Setelah Santoso tewas, Satgas Tinombala yang merupakan gabungan kekuatan TNI dan Polri masih melakukan penjagaan ketat dan pengejaran terhadap istri Santoso, Basri dan Ali Kalora.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian beserta jajaran akan melakukan peninjauan langsung ke Poso. Dalam kunjungannya, lanjut Boy, akan hadir Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
"Hari ini ke Poso bersama Kapolri meninjau langsung. Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat dan kepala BNPT yang baru akan hadir," kata Boy.
"Kedua juga ingin melihat langsung perolehan hasil yang dilakukan. Bapak Kapolri akan melihat satu per satu barang bukti termasuk senjata M16 dan peralatan milik Santoso selama pelarian," ucapnya.
Baca juga:
Santoso tewas tertembak, Kapolri Tito akan bertolak ke Poso
Kerabat tolak jenazah teroris Santoso dimakamkan di Magelang
Santoso tewas, Menko Polhukam yakin jaringannya sudah tak kuat lagi
Santoso tewas, Luhut bilang di Jawa dan NTB masih ada terorisme
Tugas berat Kepala BNPT yang baru hadapi loyalis Santoso
Sisa-sisa kekuatan teroris Poso usai Santoso tewas
Perburuan panjang Santoso hingga akhirnya ditembak mati