Santet, ramalan, dan Piala Dunia
Ki Joko Bodo mengaku dapat merasakan aura spiritual dan mistis dari para pemain Spanyol.
Tentu sebagian besar dari kita sudah tahu dan hafal dengan istilah ilmu hitam atau lebih dikenal dengan sebutan sihir. Sihir adalah suatu sistem konseptual yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam melalui mistis, paranormal, atau supranatural.
Awalnya hal ini begitu tabu di sepak bola, bila mengacu pada sepak bola di Eropa. Karena para orang-orang Eropa tidaklah percaya dengan hal semacam ini. Lain cerita bila merujuk ke Afrika. Bukan barang baru pastinya.
Masih ingat Piala Dunia 2010 yang secara mengejutkan digemparkan oleh sebuah istilah bernama 'Voodoo?' Ya, Voodoo atau istilah masyarakat Indonesia disebut sebagai Santet. Bagi sebagian masyarakat, khususnya orang kulit hitam, yang tinggal di Negara Haiti dan Afrika Barat, voodoo merupakan sebuah aliran kepercayaan terhadap Tuhan yang dinamakan 'Bondye' atau sering disebut sebagai 'LWA'.
Para penganut Voodoo (Vodouists) melakukan peribadatan kepada arwah atau roh-roh dan lebih berorientasi pada dinamisme maupun animisme. Para Vodouists menjalin hubungan pribadi dengan Bondye atau LWA dengan cara upacara ritual yang cukup rumit dan dipresentasikan melalui benda-benda keramat. Ritual Voodoo, seperti kebanyakan ritual-ritual berbagai macam budaya, sering kali dilakukan dengan iringan musik dan tarian khas masing-masing daerah. Namun banyak pula penganut Voodoo yang menggabungkan kepercayaannya dengan agama lain seperti Yoruba, Taio, Bakongo maupun Katholik Roma.
Ternyata hal semacam ini juga menjadi lahan bisnis di sebagian besar Negara Afrika. Telah membudaya untuk tim sepak bola menggunakan ilmu sihir, atau juju, untuk mendapatkan kemenangan demi kemenangan. Sebuah klub misalnya, memanggil dukun untuk melemparkan mantra pada tim lawan.
Oliver Becker, pengamat supranatural asal Frankfurt, Jerman, pernah menggambarkan praktik-praktik sejenis voodoo yang sering dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu di beberapa negara kawasan Afrika.
"Sepak bola adalah olahraga nomor satu di Afrika sehingga logis bahwa kepercayaan tradisional juga bakal memainkan peranan penting dalam sepak bola," kata Becker seperti dikutip dari National Geographic.
Becker juga menggambarkan praktik sihir atau juju ini lewat film dokumenter yang diproduksinya, berjudul 'Kick The Lion Witchcraft and Soccer in Africa' dalam film dokumentarnya, Becker membagikan fakta di benua Afrika, bahwa ritual juju bisa dipesan dengan harga tertentu.
Dalam konteks Piala Dunia, ilmu-ilmu hitam ini cukup erat hubungannya. Mulai dari 'menyantet' pemain hingga meramal siapa juara Piala Dunia. Berbicara soal meramal, ternyata cukup banyak cerita yang dihasilkan.
Istilah ramal-meramal Piala Dunia, mulai ramai diperbincangkan setelah hewan laut, gurita bernama Paul, membuat heboh Piala Dunia 2010. Reputasinya mencengangkan, menebak dengan benar 10 dari 11 pertandingan selama musim kompetisi Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Kehadiran Paul si Gurita seperti menghina pakar matematika, statistik, dan dukun kelas wahid sekalipun.
Piala Eropa 2012 juga pernah kehadiran seekor peramal. Kalau di 2010 ada Paul yang berasal dari perairan, kini Piala Eropa kedatangan peramal yang berasal dari darat. Namanya Citta si gajah. Gajah ini sebenarnya adalah gajah asli India, namun ia dibesarkan di kota Krakow, Polandia utara. Sebelumnya Citta sudah pernah meramal kemenangan Chelsea di final Liga Champions 2011/2012. Ketika itu Chelsea mampu mengalahkan Bayern Muenchen melalui babak adu penalti.
Piala Dunia memang amat sangat menyedot perhatian dari seluruh penjuru dunia. Setelah tadi berbagai hewan yang meramal Piala Dunia, kini giliran penemu Teori 'Black Hole' atau Lubang Hitam, Stephen Hawking, yang juga ikut memprediksi. Namun bedanya Hawking memprediksi untuk peluang Inggris di Piala Dunia.
Bekerja sama dengan agen judi, Paddy Power, Profesor Hawking telah menganalisis Inggris sejak pagelaran Piala Dunia 1966, untuk mencari faktor-faktor kunci dan variabel yang memisahkan antara kemenangan dan kekalahan.
"Ini sangat rumit. Bahkan, dibandingkan dengan sepak bola saya pikir fisika kuantum relatif lebih mudah," kata Profesor Hawking, seperti dikutip dari The Independent. Hasilnya? Sebuah formula kemenangan Piala Dunia telah didapat yang mungkin sulit untuk diuraikan bagi mereka yang tidak berpengalaman dalam teori fisika, dan formasi 4-4-2 adalah formasi yang salah bagi timnas Inggris.
Bagaimana di Indonesia? Satu nama muncul sosok yang kerap meramal ajang turnamen empat tahunan ini, yakni Deddy Corbuzier. Masih di ajang Piala Dunia 2010, ketika itu Deddy telah menuliskan prediksi negara mana yang menjadi juara Piala Dunia 2010. Kertas tersebut dimasukkan dalam kotak kecil.
Spanyol resmi menjadi juara dunia, kotak tersebut diturunkan. Di dalam kotak itu ternyata berisi kotak lain berujung bahan dari besi. Di dalam kotak besi itu juga berisi kotak lain yang berupa peti dari kayu. Kotak tersebut dibuka dan terdapat kertas berwarna kuning. Ternyata di kertas kuning itu tertulis dengan tulisan tangan "Belanda 0-2 Spanyol", dengan angka 2 dicoret digantikan dengan angka 1.
Lalu ada Ki Joko Bodo yang pernah meramal juara Euro 2012. Ketika itu Ki Joko Bodo mengungkapkan dapat merasakan aura spiritual dan mistis dari para pemain Spanyol, setiap akan melakukan pertandingan sejak babak penyisihan hingga semifinal.
"Kalau secara spiritual, saya melihatnya pemain Spanyol tidak terlalu bagus secara teknik. Tapi di luar pengamatan kamera televisi, saya bisa lihat kalau pemain Spanyol setiap pribadinya masing-masing mempunyai ritual-ritual yang dilakukan sebelum setiap pertandingan, seperti memutari gawang lawan," tuturnya.(mdk/hhw)