LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sandiaga Uno Usul Pembangunan Taman Hidroponik untuk Bantu Ekonomi Warga

"Gagasan urban farming dengan konsep ekosistem terpadu budi daya Ikan yang terintegrasi dengan sistem produksi sayuran merupakan inovasi yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup," ujar Sandiaga

2020-11-27 23:14:36
Sandiaga Uno
Advertisement

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menggagas pembangunan taman hidroponik untuk membantu kemandirian ekonomi warga dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

"Gagasan urban farming dengan konsep ekosistem terpadu budi daya Ikan yang terintegrasi dengan sistem produksi sayuran merupakan inovasi yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup," ujar Sandiaga di Jakarta Timur, Jumat (27/11).

Karena itulah, Sandiaga membantu Kelompok Tani D'syafa yang dikelola warga Kampung Becek, Kelurahan Malaka, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dia mengatakan, dengan inovasi urban farming gagasannya itu, Kelompok Tani D'syafa dapat menciptakan pasarnya sendiri.

Advertisement

Bantuan yang diberikan berupa 200 unit paket budikdamber, 10.000 ekor bibit lele, 2400 Pot kangkung, 4 instalasi hidroponik, dan 800 kg pakan lele.

Selain itu, dia juga memberikan pelatihan pengelolaan budidaya pangan dari pakar pertanian. Diharapkan masyarakat ke depannya memiliki keahlian untuk menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain manfaat ekonomi, Sandiaga berharap kegiatan ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan tempat tinggal melalui kelompok tani dan usaha UMKM. Dengan begitu, target UMKM kelompok tani tersebut bisa membuka lapangan kerja bagi warga.

Advertisement

"Semoga usaha kemandirian pangan hasil swadaya warga, dapat berperan dalam membangun perekonomian nasional," kata Sandiaga.

Adapun Kelompok Tani D'Syafa sudah mempraktikan urban farming sejak pandemi Covid-19 menghantam perekonomian warga Kampung Becek. Dengan memanfaatkan ruang sempit menjadi lahan hijau, mereka mencoba memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

Melalui inovasi pertanian dengan metode aquaponik budidaya ikan dalam ember, kini lahan bekas pembuangan puing dan sampah di jadi hijau dengan tanaman teleng, kelor, pokcoy, kangkung, bayam.

Bagi warga, berkebun mendekatkan mereka pada sumber makanan. Sayuran yang ditanam sendiri lebih jelas perawatannya dan harganya pun lebih murah dibandingkan harga pasaran sayur organik yang dibanderol 2-3 kali lipat dari sayur pada umumnya.

"Warga mengusulkan agar hasil tanaman tadi dijadikan tambahan lauk. Dari situ, saya berpikir caranya agar hasil tanam ini bisa mendapatkan nilai jual lebih lagi," tambahnya.

Ditumbuhi lebih dari 10 jenis tanaman, akhirnya seluruh sayuran bisa diperuntukan bagi warga serta dipasarkan ke sejumlah konsumennya.

Namun, upaya pelestarian lingkungan tidak melulu berjalan dengan lancar. keterbatasan modal dan minimnya prasarana yang dimiliki masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan kelompok dan warga.

"Proses ini semua hasil swadaya masyarakat. Semoga saja bisa berkelanjutan mengelola ini semua," ungkap anggota Kelompok Tani D'Syafa Haryati.

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.