Sandiaga akui pelaporan ke polisi pengaruhi elektabilitas
Sandiaga akui pelaporan ke polisi pengaruhi elektabilitas. Politisi Partai Gerindra ini mengaku kasus yang menyeret namanya tersebut berdampak pada elektabilitasnya sebagai kandidat Pilgub DKI Jakarta. Apalagi sudah dua kali dilaporkan.
Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno dipolisikan dalam kasus dugaan pemalsuan kuitansi terkait jual beli tanah seluas 3.115 meter persegi yang menjadi aset PT Japirex. Lokasi tanah ada di kawasan Curug, Kabupaten Tangerang.
Politisi Partai Gerindra ini mengaku kasus yang menyeret namanya tersebut berdampak pada elektabilitasnya sebagai kandidat Pilgub DKI Jakarta. Apalagi sudah dua kali dilaporkan.
"Inikan pasangan calon menggunakan strategi untuk mengambil suaranya kami, itu sah-sah saja," kata Sandiaga di Pedurenan, Setia Budi, Jakarta Selatan, Jumat, (24/3).
Sandiaga justru mempertanyakan alasan berbagai kasus itu diungkap saat dirinya lolos di putaran kedua. "Kami yakinkan bahwa semua proses hukum, kami jalankan. Kami justru mempertanyakan timingnya dan motivasinya di balik ini semua," ujar Sandiaga.
Untuk itu dia meminta semua pihak untuk melihat kasus yang melibatkan dirinya secara profesional dan proporsional. Mulai dari waktu kejadian, alasan kasus menguap ke permukaan akhir-akhir ini.
"Kenapa baru diangkat sekarang dan juga ini kenapa menjadi isu yang sangat sentral sekarang, tetapi saya yakin warga Jakarta sangat cerdas dan enggak ada yang saya tutupi, nothing to hide," ujarnya.
Meski demikian Sandiaga menegaskan tak akan melakukan penuntutan alias balas dendam kepada pihak yang membuat citranya tercoreng. Sebab bila hal itu dilakukan, tentunya kasusnya akan semakin rumit dan tak ada habisnya.
"Enggak (lapor balik), akan jadi menambah kekisruhan kalau saya angkat lebih panjang lagi," tandasnya.
Baca juga:
Sandiaga disebut palsukan kuitansi jual beli tanah Rp 3,4 M
Saat Sandi curiga ada orang super kaya mau dirinya diperiksa polisi
PAN soal kasus Sandiaga: Wajar, tapi tak boleh mengarah ke fitnah
Sandiaga sebut ada kekhawatiran Pilgub DKI tak demokratis
Sandiaga klaim pelapornya ke polisi sempat ancam akan politisasi