Sampai kondusif, TNI dilarang keluar asrama
Pascabentrok antara Kostrad dan Brimob di Gorontalo, seluruh personel TNI dilarang ke luar asrama.
Pascabentrok antara Kostrad dan Brimob di Gorontalo, seluruh personel TNI dilarang ke luar asrama. Tindakan ini untuk mencegah aksi balasan.
"Ada protap. Biasanya setelah kejadian langsung dibunyikan alarm. Dikumpulkan komandannya masing-masing di cek satu-satu," ujar Kapendam Wirabuana Kolonel Yance Woley kepada merdeka.com, Senin (23/4).
Mengenai senjata, aturannya lebih ketat lagi. Semua senjata disimpan di gudang senjata. Kunci gudang senjata langsung dipegang komandan satuannya.
"Senjata itu ibaratnya istri kedua. Penanganannya harus ketat. Tidak boleh digunakan sembarangan," kata Yance.
Menurut Yance aturan itu harus dipenuhi setiap prajurit. Jika ada yang membandel tentu akan diberi sanksi. Dia juga mengimbau prajurit-prajurit TNI yang berusia muda tidak panas dan terprovokasi.
"Kita harus ciptakan suasana stabil. Kalau begini terus kan kasihan rakyat," tutupnya.
Bentrok Minggu (22/4), dipicu patroli Brimob dilempari batu dan botol oleh orang tak dikenal. Dua anggota Brimob terluka akibat lemparan botol. Merasa kesal, Brimob kemudian menggelar sweeping. Saat sweeping itulah, empat anggota Kostrad luka akibat ditembak Brimob. Keempatnya masih menjalani perawatan.
"Tiga buah sepeda motor yang berboncengan dan langsung dicegat oleh Brimob. Namun dua sepeda motor melarikan diri sehingga ditembak oleh Brimob. Sedangkan 1 sepeda motor yang berboncengan langsung berhenti. Akibat kejadian tersebut 4 anggota Kostrad luka tembak peluru karet," jelas Kapendam Wirabuana Kolonel Yance Woley kepada merdeka.com, Minggu (22/4).
Nama korban yang terluka:
1. Pratu Apriadi luka tembak di punggung kiri dan lutut kiri.
2. Prada firman luka tembak tangan kiri tembus dada.
3. Pratu Yanris luka tembak kaki kanan.
4. Pratu Tiifli luka tembak paha kanan.(mdk/ian)