Sampai kapan orang Indonesia tergila-gila pada batu akik?
Dalam perhelatan KAA yang diselenggarakan di Jakarta-Bandung, delegasi diberikan souvenir batu akik.
Banyak yang meramal kejayaan batu akik tidak akan bertahan lama. Namun banyak juga yang menduga tren batu akik dapat terus bertahan lebih lama, bahkan sampai mendunia.
"Tren biasanya cepat. Tapi ada fenomena cukup menarik karena yang memasarkan juga lapisan atas dan juga akik dijadikan souvenir itu para pimpinan KAA itu artinya sudah dipromosikan dan mendunia," kata sosiolog, Musni Umar saat dihubungi merdeka.com, Jumat (24/4).
Ditambahkannya, upaya yang terus menerus dan kompak dalam memasarkan dan mengenalkan batu akik ke dalam dan ke luar negeri diindikasikan akan menimbulkan efek positif.
"Ini tren yang bagus, seluruh lapisan masyarakat terpanggil untuk ini, ini unsur bisnis dan transaksi berjalan baik dan akan terus menjadi perbincangan di masyarakat. Itu akan menjadi gengsi tidak lagi batu akik untuk orang kecil tapi untuk orang besar kayak emas seperti berlian mutiara yang akhirnya diperdagangkan," tambahnya lagi.
Namun hal sebaliknya bisa terjadi, jika upaya dan dukungan pemerintah mulai surut dan tidak ada pengembangan lagi. "Harus juga sudah mulai dilakukan promosi dan dibuat dalam bentuk yang bagus dari perak. Ke depan tergantung dari kemampuan promosi batu akik propinsi" tandas dia.
Kendati demikian, eksploitasi dan sosialisasi perlu diiringi oleh peraturan pemerintah sehingga penggunaannya tidak merusak alam dan sesuai aturan.
Baca juga:
Aktivis lingkungan hidup larang tambang akik karena sebabkan longsor
Batu nisan Almarhum Bagong Kussudiardjo pun dicuri orang buat akik
Cerita ranjang giok dinasti Ming hendak dipotong jadi akik
Cerita awal mula batu akik jadi primadona di Indonesia
'Gila' karena batu akik
Di Halmahera, batu bacan seberat 1 ton akan dijadikan tugu
Para Ibu Negara di KAA akan dapat bingkisan liontin akik Pancawarna