Sampah di Yogyakarta diperkirakan capai 240 ton saat libur Lebaran
Sampah di Yogyakarta diperkirakan capai 240 ton saat libur Lebaran. DLH Kota Yogyakarta juga mengingatkan pengelola kawasan wisata untuk menyiapkan tempat sampah agar tidak ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan karena sulit menemukan tempat sampah.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta memperkirakan volume sampah saat libur Lebaran bisa mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibanding hari biasa. Khususnya di daerah yang menjadi tujuan wisata. Saat ini, volume sampah yang dihasilkan Kota Yogyakarta sekitar 220 ton dan diprediksi meningkat menjadi 225 ton hingga 240 ton pada saat libur Lebaran.
"Kenaikan 10 persen itu cukup wajar. Hanya saja, sebaran dan waktu penumpukan atau terkumpulnya sampah berbeda dibanding hari biasa," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Suyana di Yogyakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu (24/6).
Untuk menyikapi kenaikan volume sampah, DLH Kota Yogyakarta meminta petugas penyapu jalan atau pasukan kuning bekerja lembur dua jam per hari. Fokus penyapuan dilakukan di daerah-daerah yang menjadi tempat tujuan wisata di luar Malioboro karena tanggung jawab pembersihan kawasan Malioboro sudah menjadi tugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro.
DLH Kota Yogyakarta menyiagakan 350 petugas penyapu sampah, baik yang bekerja secara swakelola atau di bawah pihak swasta. Mobil penyapu sampah juga disiapkan untuk membersihkan jalan-jalan protokol.
Untuk mengurangi volume sampah, pihaknya juga meminta bantuan panitia salat masjid agar memberikan imbauan pada umat. "Saya juga meminta agar panitia salat Idul Fitri memberikan pengumuman kepada jemaah agar tidak meninggalkan koran bekas salat tetapi dikumpulkan di titik-titik tertentu agar mudah diambil pasukan kuning," katanya.
DLH Kota Yogyakarta juga mengingatkan pengelola kawasan wisata untuk menyiapkan tempat sampah agar tidak ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan karena sulit menemukan tempat sampah.