LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sambut Ramadan, warga Cianjur gelar 'ngaliwet' sepanjang 700 meter

antusias warga Desa sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, melakukan 'papajar' atau menyambut datangnya bulan Ramadan dengan menggelar nasi liwet sepanjang 700 meter.

2018-05-13 00:33:00
Ramadan
Advertisement

antusias warga Desa sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, melakukan 'papajar' atau menyambut datangnya bulan Ramadan dengan menggelar nasi liwet sepanjang 700 meter.

Nasi liwet yang disajikan beralas daun pisang dijajarkan warga di jalan kampung di wilayah tersebut. Kegiatan yang kedua kalinya itu akan digelar secara rutin setiap tahun untuk menyambut datangnya bulan puasa.

"Papajar merupakan tradisi warga Cianjur dalam rangka menyambut datangnya bulan puasa. Kegiatan ngaliwet ini sebagai ajang rekreasi sekaligus sebagai media untuk mempererat tali silaturahmi," kata Kepala Desa Sindanglaya Yusuf Saefuloh pada wartawan, Sabtu (12/5).

Advertisement

Kegiatan tersebut digagas pihak desa dan Karang Taruna Desa Sindanglaya. Dalam kegiatan tersebut pemuda setempat menampilkan pertunjukan bela diri pencak silat serta lomba qasidah yang diikuti belasan kelompok pengajian.

Kegiatan makan bersama itu diikuti sejumlah pejabat dari pemerintahan desa dan kecamatan di wilayah tersebut, dan didukung warga dari berbagai wilayah yang masuk ke Desa Sindanglaya.

"Harapan kami kegiatan ini akan terus berjalan setiap tahunnya, sebagai bentuk rasa syukur warga menyambut datangnya bulan suci," katanya.

Advertisement

Antusiasme warga menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan menggelar papajar makan bersama tinggi. Bahkan ungkap Dian Omes (42), seorang warga, tahun kedua digelarnya kegiatan tersebut disambut meriah warga Desa Sindanglaya.

"Biasanya papajar ke laut selatan atau ke tempat rekreasi. Namun sejak tahun lalu warga lebih memilih ngaliwet bersama warga satu wilayah. Ini untuk rekreasi sekaligus menjalin silaturahmi antarwarga," katanya.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.