Sambut New Normal, Bandara Solo Siapkan Ruang Rapid Test
Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo akan menyediakan fasilitas baru berupa ruang untuk rapid test bagi calon penumpang. Kesulitan bagi calon penumpang melengkapi berkas penerbangan, khususnya surat keterangan bebas covid-19, menjadi salah satu pertimbangannya.
Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo akan menyediakan fasilitas baru berupa ruang untuk rapid test bagi calon penumpang. Kesulitan bagi calon penumpang melengkapi berkas penerbangan, khususnya surat keterangan bebas covid-19, menjadi salah satu pertimbangannya.
"Kendala yang dialami calon penumpang sampai saat ini adalah kelengkapan penerbangan. Yakni surat keterangan bebas covid-19," ujar General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Solo, Yani Ajat Hermawan, Jumat (12/6).
Yani menyampaikan, fasilitas pengecekan tersebut sekaligus untuk menumbuhkan minat masyarakat bepergian naik pesawat. Pasalnya, hasil rapid test ini hanya berlaku tiga hari sejak dilakukan pemeriksaan. Ia mencontohkan yang dialami maskapai Lion Air. Dari 108 penumpang yang akan terbang, ternyata hanya 14 orang yang berhasil berangkat.
"Semua karena terkendala berkas itu, hasil rapid test-nya sudah tidak berlaku. Karena sudah lebih dari tiga hari," katanya.
Menurut rencana, biaya rapid test yang dibebankan kepada calon penumpang tidak lebih dari Rp 290 ribu. Karena bukan profit oriented, maka menurutnya, biaya tersebut cukup murah.
Terkait kondisi penerbangan saat ini, Yani menyebut rute favorit Bandara Adi Soemarmo masih Solo-Cengkareng. Sejumlah rute juga harus ditutup sementara selama pandemi covid-19.
"Saat ini hanya ada beberapa rute aktif. Yaitu Solo-Cengkareng, Solo-Pontianak, dan Solo-Palembang. Beberapa maskapai juga belum ada rilis untuk terbang lagi," terangnya.
Sampai akhir Juni, dikatakannya, belum ada penerbangan. Maskapai masih merasa berat karena load factor dan jumlah penumpang yang belum stabil. Hal tersebut dikarenakan kelengkapan berkas yang harus dipenuhi calon penumpang.
"Sampai bulan ini, jumlah penumpang masih di angka 30-40 orang. Dua hari terakhir ada peningkatan jumlah penumpang sampai 90 orang. Jika dirata-rata, tiap penerbangan berisi 50-69 penumpang per hari," katanya.
Pihaknya menyarankan agar penumpang datang 3 jam sebelum penerbangan. Dengan membawa dokumen protokol kesehatan covid-19. Jika sudah sampai di bandara, petugas akan melakukan verifikasi dokumen. Baik dari pihak airlines dan KKP. Baru kemudian calon penumpang bisa naik ke pesawat.
"Kita khawatir ada antrean saat verifikasi berkas, maka 3 jam sebelum penerbangan sudah harus stand by di bandara," pungkas dia.
(mdk/bal)