Sambangi LPSK, Kepala BNPT Janji Penuhi Hak Penyintas Tindak Terorisme
"BNPT sangat berterima kasih jika ada organisasi masyarakat atau individu yang dapat ikut membantu para penyintas baik berupa dukungan moril maupun materil," kata Komjen Boy
Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar, menegaskan bahwa negara wajib melindungi para penyintas tindak terorisme. Sebab, BNPT terus memberikan perhatiannya kepada para penyintas secara rutin.
"Ini akan menjadi contoh agar masyarakat luas juga dapat menaruh kepedulian bagi para penyintas. BNPT sangat berterima kasih jika ada organisasi masyarakat atau individu yang dapat ikut membantu para penyintas baik berupa dukungan moril maupun materil," kata Komjen Boy saat bersilaturahmi dengan LPSK, lewat keterangan pers diterima, Jumat (3/7).
Boy menjelaskan, berbagai upaya telah dilaksanakan BNPT kepada para penyintas dengan bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK RI) melalui berbagai pendampingan seperti layanan psikososial, pemberian bantuan medis, rehabilitasi, hingga kompensasi.
"Kami juga juga melakukan pertemuan dengan penyintas tindak pidana terorisme guna mengeratkan silaturahmi, meningkatkan komunikasi antar stakeholder," tutur Komjen Boy.
Boy menambahkan, BNPT semaksimal mungkin berusaha untuk memberikan dukungan kepada penyintas, dalam konteks perlindungan dan pemulihan korban kejahatan terorisme. Salah satunya dengan meningkatkan rasa kepedulian masyarakat untuk memberikan dukungan kepada penyintas.
"Ini tugas dan kewajiban kita, rasa memiliki masyarakat sedang kita tumbuhkan bahwa kejahatan terorisme itu berdampak yang sangat tidak baik terhadap masyarakat,” Komjen Boy menandasi.
Wakil Ketua LPSK RI yaitu Brigjen Pol (Purn) Achmadi, membenarkan bahwa pelaksanaan tugas dan wewenang dalam perlindungan saksi dan korban, tidak sebatas tugas LPSK tapi terus disinergikan dengan masyarakat yang lebih luas lagi.
"Jadi tidak sebatas simbol solidaritas menanggulangi terorisme bersama namun juga dapat meningkatkan daya cegah dan daya tangkal masyarakat terhadap kejahatan tindak pidana terorisme," tandas Achmadi.
Silaturahmi BNPT dan LPSK turut menghadirkan beberapa penyintas tindak pidana terorisme, seperti Tony Soemarno, kemudian Natalia Sutrisno Tjahja sebagai pendiri Maria Monique Last Wish Foundation, sebuah organisasi yang konsen dan peduli terhadap nasib penyintas.
(mdk/ray)