Sambangi KJRI Hong Kong, Ganjar dialog dengan TKW asal Jateng
Ganjar meminta TKW asal Jateng yang ada di Hong Kong untuk menjaga kekompakan.
Selain mengunjungi Beijing, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga singgah ke Hong Kong. Ganjar menemui para Buruh Migran Indonesia (BMI) di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
"Jumlah BMI di Hong Kong sebanyak 150 ribuan orang. Yang berasal dari Jateng sebanyak 20 ribuan orang. Jumlah BMI Jateng di Hong Kong adalah terbesar kedua setelah Jatim," ungkap Kepala Biro (Karo) Humas Pemprov Jateng Sinoeng NR kepada merdeka.com pesan singkat, Senin (18/5).
Pertemuan dihadiri sekitar 200 orang itu dilanjutkan deng dialog interaktif dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tentang hal-hal yang dikeluhkan dan menjadi permasalahan untuk dicarikan solusi.
Ganjar berpesan, untuk tetap menjaga kekompakan warga Jateng dengan selalu saling berkomunikasi antar BMI maupun dengan Konsul Jenderal RI di HongKong.
"Pemprov Jateng juga melakukan penandatangan MoU dengan Konsulat Jenderal RI di HongKong dalam bidang penanganan BMI," jelasnya.
Ganjar juga meminta kepada BMI dari Indonesia dan Jateng khususnya untuk tetap menjaga kultur dan budaya Indonesia yang berkepribadian dan tidak salah dalam memanfaatkan IT sebagai sarana komunikasi.
"Pak Ganjar juga akan wujudkan Klinik BMI yang akan purna karya kembali ke tanah air untuk bekerja melalui Bintek Ketrampilan & Pendampingan Usaha sesuai peminatan usaha produktif," tuturnya.
Selain itu, menurut Sinung, segala hak yang dipandang perlu agar segera dilaporkan langsung kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melalui jejaring sosial medai twitter maupun SMS Centre & Hotline Service Pemprov Jateng.
"Akan digagas pula agar kegiatan tausiyah maupun motivasi potensi diri terhadap BMI. Kegiatan itu akan terus dilakukan secara periodik yang difasilitasi Pemprov Jateng," ucapnya.
Saat berdialog dengan ratusan BMI, Ganjar didampingi oleh Asisten Kesra Sekda Pemprov Jateng, Kepala Disnakertrans Jateng, Karo Binsos Setda & Karo Humas Setda Jateng.
Hadir pula dalam dialog tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Al Mu'ayad Sukoharjo KH.Dian Naffi yang memberikan tausiyah. Serta Dekan Fak Psikologi UNDIP Prasetyo untuk memberikan motivasi pengembangan potensi diri terhadap ratusan BMI.(mdk/bal)