Samarinda Matangkan Rencana Perpindahan Pusat Pemerintahan
Sugeng menerangkan, saat ini, jajaran pemerintahan bersama dengan masyarakat, sudah mesti mempersiapkan diri seperti halnya kota Bogor, Tangerang dan Bekasi.
Pemerintah memutuskan Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara (IKN) baru. Sebagai salah satu kota penyangga, Pemkot Samarinda terus mematangkan rencana memindahkan pusat pemerintahan, seiring rencana perpindahan kantor kementerian di 2024 mendatang.
Kajian pemindahan pusat pemerintahan dilakukan sejak tahun 2014 lalu. Sederetan alasan melatarbelakangi Pemkot Samarinda, memastikan perpindahan pusat pemerintahan.
"Masalah substansial adalah masalah IKN ini. Kita harus siapkan diri, bukan lagi sebagai ibukota provinsi. Tapi otomatis jadi daerah penyangga IKN. Ya kan?" kata Ketua Tim Percepatan Pemindahan Pusat Pemerintahan Sugeng Chaerudin, ditemui di Balai Kota, Jalan Balai Kota kawasan Kesuma Bangsa, Selasa (29/10).
Sugeng menerangkan, saat ini, jajaran pemerintahan bersama dengan masyarakat, sudah mesti mempersiapkan diri seperti halnya kota Bogor, Tangerang dan Bekasi.
"Visi kita harus ke sana. Oleh karena itu, kita harus terhubung infrastruktur dengan pusat IKN," ujar Sugeng, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Samarinda.
"Salah satunya harus pindah pusat pemerintahan. Kalau tetap seperti ini, terlalu crowded kota ini. Kota ini bebannya terlalu berat. Kantor Wali Kota di sini, pelayanan kita tersebar di beberapa kantor," tambah Sugeng.
Lahan di 4 kelurahan di 3 kecamatan, jadi calon lokasi pemerintahan Samarinda yang baru. Seperti di kawasan Sungai Siring dan Tanah Merah di Kecamatan Samarinda Utara, Makroman di kecamatan Samarinda Ilir, serta Simpang Pasir di kecamatan Palaran.
"Lahannya sebagian milik Pemkot. Diperlukan minimal 100 hektare untuk pusat pemerintahan moderen. Belum ada yang mendominan dimana calon lokasinya. Karena ada ada beberapa kriteria, mulai sosiologi, teknisnya, juga harus dihitung tentang risiko bencanannya," ungkap Sugeng.
"Samarinda, PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) kita kan ditopang konstruksi dan pertambangan. Nanti ke depan, 5-10 tahun mendatang, maka yang jadi unggulan itu adalah sektor jasa," tambahnya.
Dengan pusat pemerintahan kota yang baru dan lebih moderen, nantinya Samarinda ditarget jadi kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).
"Keinginan kita jadi kota MICE. Untuk anggaran (pindah pusat pemerintahan) belum bisa dikalkulasi karena DED (Detail Engineering Design) sedang disusun. Rencana, di 2024 seiring pindah pusat ibu kota, kita juga pindah di lokasi pemerintahan Samarinda yang baru," tutup Sugeng.
Baca juga:
ESDM: Ibu Kota Baru Butuh Tambahan Pembangkit Listrik 1.555 MW
Rektor Unmul Klaim KLHK Restui Pelepasan Lahan di Bukit Soeharto untuk Bangun Kampus
TNI Akan Tambah Ribuan Personel di Ibu Kota Baru, Diprioritaskan Putra Daerah
Peserta Sayembara Desain Ibu Kota Baru Membeludak Jadi 700 Orang
Menteri Suharso Bakal Buat Aturan agar Pemindahan Ibu Kota Tak Bisa Dibatalkan
Guyon Bos Bappenas ke Istri yang Merupakan Anggota Pansus Pemindahan Ibu Kota