Samarinda dilanda banjir dan longsor, wanita hamil tertimbun
Samarinda dilanda banjir dan longsor, wanita hamil tertimbun.Wulandari, seorang ibu yang tengah mengandung bayi, yang tinggal di Jalan Lumba-lumba kelurahan Selili, kecamatan Samarinda Ilir, dilaporkan tertimbun longsor, Jumat (30/12) malam, di tengah guyuran hujan deras sedari sore sebelumnya.
Wulandari, seorang ibu yang tengah mengandung bayi, yang tinggal di Jalan Lumba-lumba kelurahan Selili, kecamatan Samarinda Ilir, dilaporkan tertimbun longsor, Jumat (30/12) malam, di tengah guyuran hujan deras sedari sore sebelumnya. Wulandari masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Keterangan diperoleh sementara ini, lokasi longsor terjadi di permukiman padat di kawasan RT 02, kelurahan Selili. Sebelum kejadian, Wulandari sedang berada di dalam rumahnya. Tanpa diduga, tanah bergerak dan tiba-tiba rumah Wulandari, dihantam longsor.
"Benar, tiba-tiba saja tanah bergerak, dan longsor. Ibu Wulan di dalam rumah, tertimbun," kata salah seorang warga setempat, Suryadi, kepada merdeka.com, Jumat (30/12) malam.
Peristiwa tanah longsor itu, bikin panik warga sekitar, dan sebagian bergegas meninggalkan rumah mereka, untuk menghindari longsor susulan. Mengingat, hujan terus mengguyur lokasi kejadian.
"Rumah ringsek tertimbun longsor. Kejadiannya cepat sekali, sekarang sebagian mengungsi," ujar Suryadi.
Hingga tengah malam waktu tengah Indonesia, tim pencarian berbagai unsur dibantu warga, masih mengupayakan pencarian Wulandari, yang diketahui sedang mengandung bayi. Namun demikian, tim bergerak hati-hati, mengingat potensi longsor susulan di lokasi kejadian, akibat hujan yang mengguyur sudah lebih dari 6 jam.
Selain Wulandari yang tertimbun, 3 orang warga mengalami luka-luka ringan akibat longsor. Sementara ini, 2 rumah warga dilaporkan tertimbun longsor.
"Ya benar, ada 2 rumah warga yang tertimbun longsor ini," kata Dandim 0901 Samarinda, Letkol Kav Muhammad Arifin, kepada wartawan di lokasi longsor.
Hingga pukul 01.00 WITA dini hari ini, hujan masih mengguyur kota Samarinda. Puluhan warga di RT 02 telah diungsikan ke bangunan langgar, yang berada tidak jauh dari lokasi longsor. Mereka diungsikan lantaran khawatir, terjadi longsor susulan sewaktu-waktu.
"Proses pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun (Wulandari), masih diupayakan ya," kata Kapolsekta Samarinda Ilir, Kompol Yovan Fatika, kepada merdeka.com, Sabtu (31/12) dini hari.
Selain bencana longsor, kota Samarinda juga dikepung banjir dengan rata-rata ketinggian air 30-50 cm, tidak terkecuali ruas jalan protokol seperti Jalan Gadjah Mada, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Kesuma Bangsa hingga Jalan Basuki Rahmat. Praktis, puluhan motor pun mogok, lantaran terjebak banjir.
Juga akibat angin kencang, tidak sedikit pohon tumbang di berbagai ruas jalan, namun tidak ada korban dari peristiwa itu. Banjir yang demikian parah kali ini, diduga disebabkan pasang air Sungai Mahakam disertai banjir di hulu sungai, sehingga mengakibatkan saluran air meluap.
Baca juga:
Diguyur hujan selama 4 jam, jalanan Kota Singaraja tergenang air
3 Prajurit TNI di Buleleng tewas tertimbun longsor
Pengujung tahun, waspadai hujan dan longsor
Kemendikbud akan perbaiki seluruh sekolah rusak akibat banjir di NTB
Mensos Khofifah bantah pemerintah lamban tangani banjir di Bima