Samarinda Diguyur Hujan Deras, Batik Air Mengalihkan Pendaratan ke Bandara Balikpapan
Kota Samarinda, Kalimantan Timur, diguyur hujan sangat deras disertai angin kencang selama 2 jam. Selain mengacaukan jadwal penerbangan, cuaca buruk itu juga mengakibatkan banjir di ruas jalan hingga tengah kota.
Kota Samarinda, Kalimantan Timur, diguyur hujan sangat deras disertai angin kencang selama 2 jam. Selain mengacaukan jadwal penerbangan, cuaca buruk itu juga mengakibatkan banjir di ruas jalan hingga tengah kota.
Dari pantauan merdeka.com, awan mendung tebal disertai hujan mulai mengguyur sekira pukul 16.15 WITA, dan baru reda sekira pukul 18.10 WITA.
Pesawat Batik Air nomor penerbangan ID6646 dengan registrasi PK-LUH dari Denpasar (DPS), urung mendarat di Bandara APT Pranoto Samarinda (AAP), dari jadwal pukul 16.30 WITA. Bahkan, pesawat terpantau melakukan Go Around, dan sempat berputar 7 kali di langit kota Samarinda, meski akhirnya memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, sekira pukul 18.20 WITA.
"Benar, Batik Air dari Denpasar, divert ke Balikpapan," kata Kasi Pelayanan dan Operasi Bandara APT Pranoto Rora Ardian, dikonfirmasi merdeka.com.
Rora menerangkan, dampak cuaca buruk juga membatalkan penerbangan Batik Air ID6693 dari Samarinda, tujuan Yogyakarta (YIA). Selain itu, juga mengalihkan pendaratan Susi Air dari Datah Dawai di Mahakam Ulu, ke Balikpapan.
"Selebihnya, operasi normal," ujar Rora.
Sementara itu, hujan juga berdampak banjir. Kali ini juga merendam banyak ruas jalan. Seperti antara lain, di Jalan DI Panjaitan sebagai akses menuju dan dari Bandara APT Pranoto, juga di kawasan tengah kota di Jalan Pasundan, Jalan Basuki Rahmad, Jalan Slamet Riyadi, serta Jalan Awang Long.
"Benar-benar hujan sangat deras. Petir beberapa kali, motor saya pun mogok di (Jalan Basuki Rahmad) karena terendam kenalpotnya," kata Rizki (41), karyawan perusahaan swasta kepada merdeka.com.
(mdk/gil)