LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Saling lapor, kasus polisi vs wartawan di Pekanbaru berlanjut

Polisi melaporkan balik lantaran merasa tersinggung.

2016-05-11 14:59:52
Polisi arogan
Advertisement

Kasus dugaan pengeroyokan dilakukan polisi terhadap Zuhdy Febrianto, wartawan peliput Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Pekanbaru, beberapa waktu lalu, terus berlanjut. Anggota polisi diduga pelaku pemukulan justru melaporkan balik sang wartawan.

Polisi diduga pengeroyok wartawan itu mengaku dicaci maki‎ Zuhdy. Padahal Zuhdy mendapat luka cukup parah hingga berdarah di bagian kepala akibat pengeroyokan.

"Baik laporan dugaan penganiayaan yang dialami ZF, maupun laporan anggota (polisi) yang mengaku dicaci maki, itu masih kita selidiki," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik kepada merdeka.com Rabu (11/5).

Zuhdy mengaku dipukul anggota kepolisian saat melakukan liputan Kongres HMI di Gelanggang Remaja Pekanbaru. Dalam laporannya, saat itu Zuhdy yang disebut-sebut juga anggota HMI tengah mengambil gambar salah seorang peserta HMI diduga dipukuli polisi.

Tidak terima, beberapa polisi merampas kamera wartawan, sehingga para para jurnalis itu protes dan meminta polisi tidak menghapus gambarnya.

Sejurus kemudian, terjadi cekcok adu mulut sehingga terjadi aksi penyerangan polisi dan berakibat fatal terhadap Zuhdy. Seketika itu belasan polisi memukul Zuhdy dengan rotan hingga kepala bagian belakangnya bocor. Korban akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Safira Pekanbaru.

‎Bukan tanpa sebab, para polisi yang dilaporkan telah menganiaya Zuhdy itu mengaku emosi karena institusinya dilecehkan. Para polisi mendengar bahwa Zuhdy mengucap kata kotor kepada mereka dengan menyebutkan nama hewan. "Ya, informasinya begitu (polisi dicaci maki). Itu masih kita dalam," jelas Guntur.

Baca juga:
Dilaporkan ke Ombudsman Jogja, Kompol Sigit enggan berkomentar
2.297 Wartawan terbunuh sejak 1990, tertinggi di Irak
5 Reporter wanita ini alami pelecehan seksual saat siaran langsung
Liput aksi protes, jurnalis Palestina jadi sasaran pasukan Israel
Ini jurnalis Jepang yang diculik militan Al Qaidah di Suriah

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.