Saksi: Lita bawa obat antialergi, bukan narkoba
Obat yang ditemukan di dalam mobil Lita ternyata bukan narkotika, melainkan obat China dan anti alergi.
Petugas Apotek K-24 yang berlokasi di Jalan Bangka Raya, Jakarta Selatan, memeriksa butiran obat yang ditemukan di dalam mobil milik Sherlita Stephanie (Lita) saat razia polisi, Selasa (19/6) dini hari. Hasil pemeriksaan menunjukkan obat yang diserahkan polisi itu bukan termasuk narkotika melainkan obat China dan anti alergi.
Petugas piket apotek, Susanti Susilanita (25) membenarkan bahwa dirinya memeriksa obat milik Lita yang diserahkan polisi. Menurut dia, ada dua orang yang memeriksa butiran obat tersebut.
"Saya dan rekan saya Ganjar Hadi Wijaya (20) yang periksa," ujar Susanti saat dihubungi wartawan, Selasa (19/6).
Awalnya, tutur Susanti, petugas apotek yang memeriksa obat milik Lita itu adalah rekannya, Ganjar. Dia, ungkap Susanti, memeriksa obat yang kemudian disimpulkan adalah obat China yang tidak diketahui namanya.
"Yang pasti bukan narkoba dan jumlah butirnya saya lupa," tutur Susanti.
Kemudian, sekitar empat butir obat lainnya, menurut Susanti, diperiksa oleh dirinya sendiri. Jenis obat tersebut, sebut dia, adalah incidal atau obat anti alergi. Susanti menyatakan, obat tersebut sama sekali tidak mengandung unsur narkoba.
Seperti diketahui, melalui akun twitternya Lita Stephanie mengaku dijebak polisi di Kemang, Jakarta Selatan. Saat hendak pulang, Lita mengaku tiba-tiba dihentikan 10 orang polisi.
Polisi itu menurut Lita, menuduhnya membawa empat butir obat jenis psikotropika. Lita yang mengendarai Toyota Kijang Innova ini kaget. Dia merasa tidak pernah menggunakan dan membawa narkoba. Peristiwa itu terjadi pukul 01.30 WIB, Selasa (19/6).
"Ada 1 provost, sadis bentak2 melulu. Gue gak blh gerak/melangkah apapun! Gmn gue bs fokus? Kalo inget kejadian td, gue trauma :(," kicau Lita kesal lewat akun twitter @litastephanie miliknya.(mdk/did)