Saksi: FPJP Century tanggung jawab Boediono & Dewan Gubernur BI
"Mereka (Dewan Gubernur BI dan Boediono) yang paling bertanggung jawab. Karena itu kan keputusan mereka," kata Zaenal.
Direktur Pengawasan Bank I Bank Indonesia, Zaenal Abidin, menyatakan dengan tegas ihwal persetujuan pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek buat Bank Century. Menurut dia, Dewan Gubernur BI dan Gubernur BI saat itu, Boediono .
"Mereka (Dewan Gubernur BI dan Boediono) yang paling bertanggung jawab. Karena itu kan keputusan mereka," kata Zaenal saat bersaksi dalam sidang Budi Mulya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (4/4).
Zaenal mengaku pernah berkeras meminta supaya Bank Century ditutup dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan pada 13 hingga 14 November 2008. Tetapi anehnya, saran dia justru ditentang oleh mantan Gubernur BI Boediono dan beberapa Deputi Gubernur Bank Indonesia. Menurut data yang dia kumpulkan selama masa pemeriksaan pada Juni hingga Oktober 2008, dia yakin dengan pendapatnya Bank Century harus ditutup, apalagi rasio permodalan (capital adequacy ratio / CAR) Bank Century negatif.
"Alasan saya waktu itu karena kalau mesti mempertahankan Bank Century, maka harus mengeluarkan biaya besar. Karena berapapun uang yang diberikan, kalau nasabah tahu ada pasokan modal, maka mereka akan langsung menarik uangnya. Maka berapa pun uang yang disetor pasti akan habis," ujar Zaenal.
Namun, lanjut Zaenal, beberapa Deputi Gubernur BI yakni (almarhum) Budi Rochadi, Miranda Swaray Goeltom, Muliaman Hadad (kini Kepala Otoritas Jasa Keuangan), dan Siti Chalimah Fadjrijah menentang saran Zaenal. Bahkan, dia mengaku sempat didamprat oleh Miranda.
"Waktu itu Ibu Miranda nada bicaranya agak meninggi karena mendengar saran saya. Dia mengatakan, 'Kan kalau soal bank gagal, BI sudah memiliki standar operasi prosedur-nya. Jadi tidak bisa main tutup!' Tapi saya pada prinsip harus ditutup karena berdasarkan bukti yang ada Bank Century tidak layak dibantu. CAR-nya negatif," ujar Zaenal.
Sementara itu, menurut Zaenal, sikap Siti Chalimah malah lebih aneh lagi. Saat itu, Siti Chalimah mewantinya tidak memberi saran menutup Bank Century karena ada simpanan uang milik beberapa Badan Usaha Milik Negara. Bahkan, lanjut dia, Siti mengatakan Yayasan Kesejahteraan Karyawan BI juga menyimpan uang di bank itu.
"Saya juga enggak mengerti apa maksud pendapat itu," sambung Zaenal.
Sementara itu, dalam rapat digelar hingga dini hari itu, Zaenal menjelaskan Boediono justru tak terlalu banyak bicara. Tetapi, lanjutnya, Boediono saat itu juga bersikap ingin mempertahankan Bank Century dan mengucurkan FPJP.
"Yang inginkan (pemberian FPJP) tentu pak Gubernur BI ( Boediono )," lanjut Zainal.
Namun, dalam rapat itu Zaenal mengaku Dewan Gubernur BI mencabut hak memberikan pendapat atas Direktorat Pengawasan Bank I. Akibatnya, pendapat dan saran Zaenal diabaikan dan rapat menyetujui pemberian FPJP dan menetapkan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Saat dicecar oleh Hakim Anggota I Made Hendra ihwal sikapnya, Zaenal mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa karena hanya sebagai bawahan.
Dalam kesaksiannya, Zaenal mengaku kecewa atas keputusan Dewan Gubernur BI terhadap Bank Century. Sebab, dia merasa kerja kerasnya beserta tim diabaikan begitu saja.
"Terus terang saya kecewa karena kerja keras kami yang di bawah tekanan tidak dihargai. Tapi ya enggak apa-apa. Asal kalau ada apa-apa jangan ditimpakan kepada kami para bawahan. Kan Dewan Gubernur yang memutuskan, jadi tanggung jawab ada pada mereka," ucap Zaenal dengan nada suara lirih.(mdk/ren)