LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Saksi: Bukan Febry yang menyerang Raafi

Teman mendiang Raafi Aga Winasya dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus pembunuhan.

2012-05-03 18:28:24
Sidang raafi
Advertisement

Saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus Raafi Aga Winasya Benjamin, siswa Pangudi Luhur yang tewas akibat luka tusuk di Shy Rooftop Kemang, Jakarta Selatan mengatakan bahwa penyerang temannya tersebut mengenakan baju putih dan berbadan tegap.

Setelah diperlihatkan foto ciri-ciri pelaku oleh majelis hakim, orang yang disebut saksi yang juga teman dekat Raafi mengatakan bahwa orang tersebut bernama Robby dan Martoga.

"Robby sama Martoga yang menyerang Raafi," terang saksi M Kamal Haviz di persidangan Pengadilan Negeri Jaksel, Kamis (3/5).

Kamal menjelaskan, bahwa kronologi pertikaian sebelum Raafi jatuh tersungkur akibat tusukan, keributan sempat terjadi antara dua kelompok. Dalam keributan pertama, temannya yang bernama Gama Ramadhan tersenggol di Dance Floor.

"Pertama kesenggol Gama, cirinya berbadan gempal rambutnya rapi, orangnya pendek dan dia mengenakan baju putih," jelasnya.

Kemudian dari keributan tersebut terjadilah penyerangan oleh orang yang mengenakan baju putih setelah Raafi melempar puntung rokok ke arah orang tersebut. "Pada saat Raafi lempar puntung rokok ke arah orang berbaju putih dan langsung terjadi keributan," katanya.

Lebih lanjut kamal mengatakan bahwa pada saat peristiwa keributan terjadi, dirinya tidak melihat siapa yang menusuk Raafi. Dia hanya melihat Raafi berjalan sempoyongan ke arahnya dan kemudian terjatuh di bangku.

"Raafi jalan sempoyongan ke arah saya, lalu ia bersandar ke badan Aditya Rahman. Dia berjalan mundur, tidak bisa menahan diri akhirnya jatuh di bangku," imbuhnya.

Ketika dirinya ditanya oleh Majelis Hakim mengenai keberadaan terdakwa Sher Muhammad Febry Awan saat di lokasi kejadian, Kamal mengatakan bahwa dirinya hanya melihat Febry berada sekitar 1 meter di belakang Martoga dan hanya diam. Selain itu ia juga tidak melihat adanya wanita yang disebut dalam surat dakwaan sebagai istri Febry.

"Saya melihat sekitar 1 meter di belakang Martoga, saya tidak melihat adanya perempuan dan saya melihat terdakwa hanya berdiri saja," katanya.

Kasus ini bermula pada 5 november tahun lalu di shyrooftop Kemang Jakarta Selatan. Raafi yang pada malam nahas itu menghadiri sebuah acara ulang tahun temannya di Shy Rooftop Kemang, Jakarta Selatan. Namun dalam acara ulang tahun tersebut sempat terjadi keributan dan di duga Raafi tewas dikeroyok oleh kelompok Febry. Raafi mengalami luka tusuk di bagian perut yang menembus pada hatinya.

Sidang kasus ini sudah dimulai sejak April lalu, namun pada sidang Selasa (1/5) saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut umum tidak melihat Febry sebagai penusuk Raafi.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.