LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sakit tumor di kepala, TKW asal Semarang meninggal di Arab Saudi

Saat pulang ke Semarang dua tahun lalu, Dwi sering mengeluhkan pusing di kepala.

2014-03-19 22:06:20
TKI Arab Saudi
Advertisement

Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang 16 Maret lalu meninggal dunia di Arab Saudi. TKW bernama Dwi Aryani (33) merupakan anak dari kedua pasangan Heri Nuraini dengan Almarhum Suradi meninggal karena sakit tumor di kepalanya.

"Meninggalnya anak kami Dwi Aryani diketahui setelah menerima telepon dari keluarga tempat Dwi bekerja," ungkap Heri Nuraini kepada merdeka.com saat ditemui Rabu (19/3).

Heri mengaku, sebelum meninggal dunia, Dwi pernah pulang pada Maret 2012 lalu. Saat itu kondisinya sehat hanya pernah mengeluh kepalanya sering merasakan pusing. "Ya hanya mengeluh sering pusing saja, tetapi belum pernah diperiksakan ke dokter," tuturnya.

Setelah seminggu di rumah kemudian berangkat kembali ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai baby sitter di salah satu keluarga kerajaan bernama Farida. "Biasanya kalau sudah sampai di Arab Saudi malamnya telepon keluarga dan mengabari kalau sudah sampai di tempat kerja," katanya.

Terakhir ketika akan pulang ternyata tidak diperbolehkan oleh majikannya bernama Farida. "Keluarga itu tahu ketika majikannya Farida mengabari yang di rumah, kalau Dwi sering sakit-sakitan," katanya.

Maka pihak keluarga berusaha menghubungi Dwi, tetapi mengalami kegagalan. Tidak lama kemudian dari majikan bernama Farida menelepon kalau Dwi sedang koma sehingga tidak bisa menerima telepon. "Keluarga Farida itu orangnya baik bahkan semua perawatan selama di Rumah Sakit ditanggung oleh keluarga itu," tuturnya.

"Nanti saja kalau sudah sehat kamu boleh pulang ke rumah. Bukannya kami (majikan) melarang pulang ke rumah tetapi biar sehat dulu," kata Heri.

Pihak keluarga hingga kini menunggu kepastian kapan jenazah Dwi akan dipulangkan ke tanah air. "Tentang pastinya belum tahu akan tiba tetapi seminggu lagi akan tiba di rumah," pungkasnya.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.