Sakit ginjal akut, WN Filipina dievakuasi dari tengah laut
Sakit ginjal akut kambuh, WN Filipina dievakuasi dari tengah laut. Di tengah pelayaran, saat berada di kawasan perairan delta Mahakam, antara kota Samarinda dan Balikpapan, kapten melaporkan kepada Basarnas memerlukan tindakan evakuasi medis.
Seorang ABK kapal kargo MV Dream Power berkewarganegaraan Filipina, Raul Dan Comna (41) terpaksa dievakuasi tim Basarnas ke Balikpapan, Kalimantan Timur, lantaran memerlukan pertolongan medis akibat sakit ginjal akut. Kini Raul dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
Keterangan diperoleh, kapten kapal kargo MV Dream Power berbendera Panama, Craig Caaistrano, berlayar dari Yoang Yin China menuju Port Headland Australia, membawa kargo besar.
Di tengah pelayaran, saat berada di kawasan perairan delta Mahakam, antara kota Samarinda dan Balikpapan, kapten melaporkan kepada Basarnas memerlukan tindakan evakuasi medis.
Dilaporkan, ABK mereka, Raul Dan Comna, mengalami Cholic Abdominal, sejak berlayar 20 Februari 2017 lalu sehingga memerlukan evakuasi medis.
"Kita terima informasi dari kapten kapal sekira jam 9.05 pagi tadi ya," kata Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Kantor SAR Balikpapan Mujiono, sebagaimana disampaikan Kasi Operasi Octavianto kepada merdeka.com, Kamis (23/2) malam.
Usai menerima laporan permintaan bantuan dari kapten kapal, tim rescue Basarnas menggunakan kapal KN 408 langsung bergegas untuk melakukan penyelamatan ABK.
"Hasilnya, sekira jam 14.40 siang jelang sore tadi, ABK berkewarganegaraan Filipina itu, berhasil kita evakuasi bersama unsur SAR lainnya, dari atas kapal kargo, yang memiliki tinggi sekitar 20 meter dari permukaan air ya," ujar Octavianto.
"Korban kita bawa ke Balikpapan, dan sekarang dirawat di rumah sakit Pertamina Balikpapan. Dari keterangan medis, ABK ini menderita penyakit ginjal akut," tambah Octavianto.
Meski berhasil mengevakuasi ABK WN Filipina itu, kapal kargo MV Dream Power terus berlayar menuju ke Australia, sesuai tujuan awal. Sebab berdasarkan peratuan, kapal kargo itu berada di jalur alur laut kepulauan Indonesia (AKLI) II dan tidak boleh berhenti di perairan Indonesia.
"ABK yang sakit kita evakuasi saat kapal itu berlayar. Kapal kargo ukuan besar itu, melanjutkan pelayaran ke Australia," demikian Octavianto.(mdk/cob)