LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sadis, Ratna ditusuk 20 kali hingga tewas

20 luka tusukan ini tersebar di beberapa bagian di antaranya bagian wajah, dada, leher dan punggung.

2012-04-20 02:40:44
pembunuhan magelang
Advertisement

Pembunuh Ratnawati (37) benar-benar sadis. Pelaku pembunuhan menusuk 20 kali hingga Ratna menghembuskan napas terakhirnya. 

Sebanyak 20 luka tusukan ini tersebar di beberapa bagian di antaranya bagian wajah, dada, leher dan punggung. Polisi masih terus mengejar pelaku.

Fakta itu muncul setelah tiga petugas Bidokes Polda Jateng melakukan autopsi dipimpin langsung oleh Kompol Sri Kastri. Autopsi berlangsung selama satu setengah jam di ruang kamar jenazah RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"Ada sebanyak 20 luka tusukan yang ditemukan tersebar di beberapa bagian tubuh. Satu di dada dan perut, tiga di punggung dan paling banyak pada bagian leher dan wajah," ungkap Sri Hastri saat ditemui merdeka.com Jum'at (20/4) dinihari usai melakukan autopsi.

Sri Hastri menjelaskan, akibat dari banyaknya luka tusukan pada bagian leher dan wajah, korban mengalami luka dan pendarahaan cukup parah.

Ditambah dengan adanya luka pukulan benda tumpul sebanyak dua kali pada bagian kepala sebelah kiri korban. Maka pendarahan yang tidak terkontrol itupun terjadi serta mengakibatkan korban langsung menghembuskan napasnya terakhir.

Di mulut korban, petugas juga menemukan patahan pisau dapur yang masuk kerongga mulut dengan menusuk kedalam rongga tenggorokan sedalam enam sentimeter.

Tusukan pisau di mulut juga sempat merobek bibir korban pada bagian pojok kiri bibir korban Ratna. Diduga setelah melakukan penusukan pelaku langsung menancapkan pisau ke mulut korban dan pisau patah karena saking kerasnya tusukan.

"Kami temukan patahan logam pisau stainles steel di rongga mulut dan menancap di tenggorokan sedalam enam sentimeter. Pisau dapur ditemukan beserta patahan gagang pisau yang berwarna hitam," tegas Sri Hastri.

Sri Hastri memperkirakan korban meninggal Kamis (19/4) siang antara sekitar pukul 11.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB setelah melihat kondisi jenazah korban dan menjalani autopsi oleh petugas Bidokes Polda Jateng yang dipimpinnya.

"Kalau dari autopsi jeda waktu antara kematian korban sampai tadi dimulainya autopsi jenazah korban ada jeda waktu selama sekitar kurang lebih sepuluh jam," tutur Sri Hastri.

Korban juga sempat melakukan perlawanan sebab pada tangan kanan kirinya terdapat luka memar yang diduga merupakan luka akibat tangkisan yang menunjukkan bahwa korban berupaya melakukan perlawanan.

Namun, karena kalah tenaga apalagi pelaku menghujam korban dengan tusukan pisau dapur berpuluh-puluh kali, korban tak berdaya dan langsung tewas.

(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.