Saat Siti Nurbaya berbagi cerita masa kecil sampai jadi menteri Jokowi
Saat Siti Nurbaya berbagi cerita masa kecil sampai jadi menteri Jokowi. Salah satu yang menjadi motto hidup dirinya dari menjabat sebagai Sekjen Depdagri sampai menteri adalah kejujuran.
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menceritakan pengalamannya hingga dipercaya sebagai menteri kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla pada tiga Siswa Taruna Nusantara. Mereka adalah Andira Mega L, Andi Adhyaksa dan Muh Daffa Nur S menguak sosok Siti Nurbaya Bakar.
Siti menceritakan, mental kerja keras dan disiplin yang dimilikinya saat ini berkat digodok oleh ibunya. Bahkan, Siti kecil tidak berani untuk mengutarakan saat tinta buat menulisnya tumpah.
"Saya kumpulkan uang jajan untuk menggantikannya," cerita Siti, Rabu (20/12).
Selain itu, salah satu yang menjadi motto hidup dirinya dari menjabat sebagai Sekjen Depdagri sampai menteri adalah kejujuran. "Pintar penting tetapi kedepankan kejujuran," ungkap Siti.
Siti juga disinggung soal kebijakan-kebijakan kementeriannya yang kerap bersinggungan dan ada terjadi penolakan. Mantan Sekjen DPD itu menganggap penolakan hal wajar. Sebab, Sebagai kementerian yang menaungi lingkungan dan kehutanan, hampir selalu paradok dengan kepentingan lain atau bertabrakan dengan kepentingan lain.
"Terbentur antara lingkungan, ekonomi dan kesehatan," ujar Siti.
Yang dilakukan pemerintah, sambung Siti, adalah posisi pemerintah harus selalu objektif, melihat semua persoalan. Serta harus jelas tidak boleh berpihak.
Menurutnya, pemerintah adalah simpul dari segala negosiasi diantar pihak yang berkepentingan, dengan menampung aspirasi diterima dan diolah.
"Semua aspirasi harus didengar. Harus demokrasi. Berdialog mendengar dan didengar. Paling penting peran pemerintah itu tidak boleh lalai atau tidak boleh terabaikan. Kuncinya komunikasi," jelas Siti
Dalam kesempatan itu, dia mengatakan konflik internal partai disebabkan kekurangpahaman atas arti demokrasi dalam kepartaian.
"Maka apa makna demokrasi? Yakni kepentingan dari bawah sampai atas harus terjamin dengan baik. Pengurus melayani anggota dengan baik dan mewakili baik di DPR juga pemerintahan," jelasnya.
(mdk/eko)