Saat Tiga Kali Gelombang Lumpur Hanyutkan Harta Benda Warga Lebak
Menurut Solihin, air datang begitu cepat dan menerjang rumah di bantaran sungai Ciberang. Air bergelombang menerjang sebanyak tiga kali. Gelombang pertama dan kedua air belum merusak rumahnya. Saat gelombang ketigalah air datang disertai lumpur.
Puluhan rumah warga hanyut dan rusak saat banjir bandang menerjang, Kampung Sajira Timur, Desa Sajira Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Rabu (1/1) lalu. Solohin, warga setempat coba mengulang memori ingatannya perihal kejadian mengerikan hari itu/
Menurutnya, air datang begitu cepat dan menerjang rumah di bantaran sungai Ciberang. Air bergelombang menerjang sebanyak tiga kali. Gelombang pertama dan kedua air belum merusak rumahnya. Saat gelombang ketigalah air datang disertai lumpur.
"Awalnya saya lagi ngopi, ada suara gemuruh. Kaget saya, langsung saya ke belakang rumah lihat air sudah naik. Sampai sepinggang. Langsung saya selamatin anak dan istri. Setelah itu saya selamatkan warga sekitar, air mulai surut. Namun air ketiga, datang bareng lumpur. Air kurang lebih setinggi 1,7 meter dan sangat deras," kata Solohin menceritakan.
Solihin tak bisa berbuat apa-apa selain menyelamatkan keluarga dan beberapa warga. Sebab lawannya, air deras berlumpur. Dia hanya meratapi barang-barang di rumahnya tersapu air.
"Barang perabot semua hanyut, kasur bangku rusak semua. Pakaian ke sisa yang dipakai aja. Yang sempat diangkat cuma kulkas, diangkat pas air kedua, jadi masih belum tinggi airnya. Pas air ketiga, cuma bisa pasrah," ujarnya.
Solihin bersama istri dan anaknya masih mengungsi ke rumah kerabat yang letaknya jauh dari bantaran sungai. Namun ia tidak ingin berlama-lama. Hari ini, dia berkemas merapikan rumahnya setelah banjir menerjang. Solihin, istri dan anaknya harus memulai hidup kembali hidup seadanya.
"Ini datang mau ngerapihin rumah. Rencananya sih sudah mau mulai tingal di sini lagi (rumah). pakain sudah ada dapat bantuan, kalau perabot ya seadanya saja," katanya.
(mdk/lia)