Saat pedagang pasar di Purbalingga jadi model peragaan busana batik
Pemkab purbalingga mengundang Meutia Taurissa Susmex atau yang akrab disebut Rissa Susmex, Putri Indonesia Tahun 2002, menjadi juri.
Di atas karpet merah yang dibentangkan di area pasar Segamas, Kabupaten Purbalingga, para pedagang pasar tradisional berlenggak-lenggok ala peragawati, Rabu (17/10). Mereka, baik tua maupun muda, tengah ikut serta menjadi model peragaan busana batik bertajuk 'Lenggak Lenggok Neng Pasar Segamas'.
Salah satu peserta, Jaswari (72) tampil mencuri perhatian. Pedagang jenang di Pasar Segamas ini, mengenakan kebaya, pakaian adat jawa bermotif batik. Sanggul terpasang rapi di belakang kepalanya. Ketika melangkah di depan para juri dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Purbalingga senyumnya merekah.
"Rasanya senang bisa ikut acara seperti ini, senang bisa ketemu dengan teman-teman. Ya kami ingin memeriahkan acara ini," ungkap Jaswari saat ditemui di sela-sela kegiatan 'Lenggak Lenggok Neng Pasar Segamas', Rabu (17/10).
Peragaan batik di area pasar bermodel pedagang pasar ini diselenggarakan oleh Pemkab Cilacap untuk memeriahkan hari batik. Pemkab purbalingga mengundang Meutia Taurissa Susmex atau yang akrab disebut Rissa Susmex, Putri Indonesia Tahun 2002, menjadi juri.
Perempuan berdarah Aceh ini menilai ide pelaksanaan 'Lenggak Lenggok Neng Pasar Segamas' merupakan ide unik dan kreatif. Busana para pengrajin batik asal Purbalingga dikenalkan pada publik secara unik dengan menjadikan pedagang pasar sebagai model.
"Agak kaget juga soalnya ternyata pesertanya itu pedagang pasar. Mungkin selama ini kita cuma berpandangan kehidupan mereka berkutat bagaimana mereka bisa jualan. Pokokya pakai baju modis atau tidak terus jualan," kata Rissa.
Pengakuan Rissa, peragaan busana tersebut justru membuatnya terkagum-kagum dengan penampilan para peserta yang menggunakan busana pesta bernuansa batik. Apalagi dilihat dari cara peserta berlenggak-lenggok dan caranya berinteraksi dengan dewan juri, para peserta ini terlihat penuh keberanian dan percaya diri.
"Orang biasa suruh jalan di catwalk aja panik, kebayang mereka seperti apa nah itu yang saya pengin tahu pengin melihat banget momen-momennya seperti apa sih," ujarnya.
Baca juga:
Mendikbud: Batik bisa jadi ekonomi andalan Indonesia di masa depan
Industri pembuatan batik di tanah Betawi
Batik tulis di ujung senja
Keseruan siswa SD belajar membatik
GKR Hemas: Yogyakarta role model batik dunia
Dua Puteri Indonesia berbicara Hari Batik di kantor KLY