LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Saat Menko Luhut kagum lihat ruang kerja wali kota Surabaya

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim), Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi cara kerja Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini. Luhut menilai Risma adalah tipe pemimpin yang detail memperhatikan perkembangan daerahnya.

2016-12-08 12:10:37
Luhut Panjaitan
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim), Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi cara kerja Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini. Luhut menilai Risma adalah tipe pemimpin yang detail memperhatikan perkembangan daerahnya.

Luhut kemarin menggelar rapat dengan 50 kepala daerah di Balai Kota Surabaya. Rapat membahas Program Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS). Mantan Menko Polhukam itu pun menyempatkan diri ke kantor Risma.

"Saya melihat di samping meja kerjanya digantungkan 6 buah TV layar besar. Dari situ berbagai peristiwa terpantau oleh kamera-kamera CCTV yang disebar di Surabaya, mulai dari kejahatan, kemacetan, sampai banjir," kata Luhut dalam akun facebooknya, Kamis (8/12).

Luhut Panjaitan dan Tri Rismaharini ©facebook.com/luhutbinsar.pandjaitan

Advertisement


Menurut Luhut, hal ini menunjukkan besarnya perhatian dan kepemimpinan Risma menjadikan Surabaya sebagai model kota yang berhasil. Sebagai bukti Surabaya dianugerahi penghargaan sebagai kota dengan pengelolaan lalu lintas terbaik di Indonesia, juga sebagai kota pariwisata nomor dua terbaik.

"Saya sendiri juga melihat hampir tidak ada sampah di sepanjang perjalanan saya dari Bandara Juanda ke kantor wali kota. Kebersihan seperti ini perlu dicontoh kota-kota lain untuk mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan," tuturnya.

"Kenyataannya, tingkat kebersihan Indonesia masih dibawah negara seperti Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Malaysia," tambahnya.

Untuk membuat kota menjadi baik, kata Luhut, tidak ada kata lain kecuali keteladanan. Untuk itu dia mengajak puluhan pimpinan daerah yang hadir dalam Rakor untuk tidak selalu belajar ke luar negeri, karena belajar dari Surabaya juga cukup.

"Saya juga mengajak pada semua pemimpin untuk fokus pada pekerjaan-pekerjaan kita. Jangan terbuai dengan masalah-masalah politik saja. Saya tidak percaya kalau bangsa kita tidak bisa sehebat negara-negara tetangga. Saya yakin kita bisa. Tinggal kita mau atau tidak," tandasnya.

Baca juga:
Menko Luhut jadikan Surabaya pilot project gerakan budaya bersih
Risma ajak warga Surabaya ubah pola pikir jadi pengusaha
Membongkar fakta di balik keputusan RI bekukan keanggotaan di OPEC
Ini hasil pertemuan bos Pelindo III dengan Menko Luhut
Targetkan kenaikan turis asing, Luhut genjot wisata laut
DPR: Australia harus ikut atasi pencemaran meledaknya Kilang Montara

Advertisement
(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.