Saat dicuci tiap 1 Suro, keris juga dipijat
Bagi masyarakat Jawa, 1 Suro selalu identik dengan 'ngumbah gaman' atau cuci pusaka alias benda-benda keramat.
Sanggar Mataram, yang berada di Jalan Dupak, Surabaya selalu kebanjiran pelanggan setiap 1 Suro atau 1 Muharram. Mereka yang datang berniat untuk mencuci pusaka, biasanya berupa keris.
Ada ratusan pusaka berada di ruang ritual Sanggar Mataram milik Ibrahim tersebut.
Bagi masyarakat Jawa, 1 Suro selalu identik dengan 'ngumbah gaman' atau cuci pusaka alias benda-benda keramat. Di antara keris yang dicuci, ada yang berkelok-kelok dan ada juga yang lurus tanpa luk (kelok).
Ada kiat khusus untuk mencuci keris. Di sanggar milik Ibrahim ini, biasa menggunakan jeruk nipis sebagai air warangan atau air yang dicampur dengan serbuk batu khusus untuk mencuci pusaka.
Jeruk nipis, berguna untuk menghilangkan karat yang melekat pada keris. Mencuci keris, kata Ibrahim, tidak hanya dilakukan sekali, tapi harus berulang-ulang. "Bahkan, bilah keris harus dipijat untuk melekatkan cairan warangan ke besi keris bertuah tersebut," ujar pemilik Sanggar Mataram, Ibrahim.
Tarif yang dibandrol Ibrahim untuk sekali cuci, antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.(mdk/tts)