Saat demo buruh, aktivis LBH mengaku ditendang kepalanya oleh polisi
Aktivis LBH hendak mendokumentasikan aksi brutal polisi pada buruh.
Sebanyak 23 aktivis buruh dan dua orang aktivis bantuan hukum menjadi korban kebrutalan polisi saat aksi demonstrasi di depan Istana Negara, Jumat (30/10). Salah satu aktivis lembaga bantuan hukum (LBH) Obed menceritakan kejadian yang dialaminya. Obed mengaku ditugaskan memantau dan mendampingi aksi buruh. Selepas pukul 18.00 WIB, suasana mulai mencekam.
"Saat itu saya berada di dekat Pospol melihat polisi memukul buruh. Saya mencoba mendokumentasikan namun para polisi menyuruh saya menghapus. Saya lari Polisi tetap mengejar. Akhirnya saya disekap polisi padahal saya sudah bilang dari LBH tapi tetap ditangkap," kata Obed di kantor LBH, Jakarta, Senin (2/11).
Dari penuturannya, ketika dibawa ke mobil polisi, Obed mendapat beberapa siksaan fisik dan psikis. Seperti ditendang bagian kepala.
"Saya diseret, ditendang kepala saya, tangan saya. Kacamata saya jatuh dan pecah sepatu saya terlepas. Di mobil dalmas ada polisi yang bilang 'habis lu sama gua entar di Mako Brimob'," tambah Obed.
Pengacara dari LBH, Tigor Gempita Hutapea tak luput jadi korban kebrutalan polisi ketika hendak mendokumentasikan aksi brutal polisi yang menimpa rekannya. "Saya mau mendokumentasikan kekerasan polisi sebagai bukti tapi tiba-tiba saya dikerumuni polisi dan menyeret serta memukul saya secara membabi buta," kata Tigor.
(mdk/noe)