Saat bom meledak, pemilik KTP yang tersebar di sosmed sedang tidur
Vicky Kurniyanto kaget saat rumahnya didatangi polisi. Dia dicari lantaran foto KTP dan SIM miliknya menyebar di sosmed dan disebut-sebut sebagai pelaku pengeboman di Kampung Melayu. Vicky sempat juga dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa. Polisi memastikan Vicky bukan pelaku teror.
Vicky Kurniyanto (20) terbangun dari tidur saat sejumlah polisi mendatangi rumah yang berada di RT 001 RW 01 Kampung Cibodas, Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, malam tadi sekitar pukul 24.00 WIB.
"Saat polisi datang dia lagi pules, jadi enggak tahu apa-apa," kata Bagiono, Ayah Vicky di rumahnya, Kamis (25/5).
Bagiono yang saat itu berada di rumah pun kaget dengan kehadiran polisi dan beberapa tetangga. "Saya juga kaget kok ada polisi," cetus dia.
Vicky yang terpaksa bangun dari mimpi indahnya pun akhirnya dibawa petugas polisi ke Mapolsek Jatiuwung, untuk dimintakan keterangan terkait penemuan identitas miliknya berupa KTP dan SIM.
"Dia ditanya-tanya polisi sebentar di rumah, terus dibawa ke Polsek Jatiuwung," bilang Bagiono.
Menurut dirinya, Vicky malam ini tidak berada di luar rumah, pada saat kejadian pukul 21.00 WIB Bagiono memastikan Vicky sedang tidur di rumah.
"Ada di rumah lagi tidur. kaget didatangi polisi. Enggak lama dibawa polisi untuk dimintai keterangan," lanjut Bagiono.
Dia menjelaskan, Vicky memang belum lama ini kehilangan dompet miliknya. Dia pun lanjut Bagiono, telah melapor ke Mapolsek Jatiuwung.
"Iya dompetnya hilang waktu itu, laporan dan surat laporannya masih ada disimpan untuk pengurusan dokumen baru," kata dia.
Baca juga:
Selidiki pelaku bom, polisi amankan CCTV halte Transjakarta
Kapolri naikkan pangkat 3 polisi gugur akibat bom Kampung Melayu
Ini kronologi bom bunuh diri di Kampung Melayu tewaskan tiga polisi
Densus 88 gerebek rumah terduga pelaku bom Kampung Melayu di Bandung
Ini barang bukti dari lokasi bom bunuh diri Kampung Melayu
Ini daftar korban tewas dan luka bom Kampung Melayu
Bripda Yogi korban bom hanya merintih sakit saat menelepon orang tua