Saat Ahok maju Pilgub Babel juga muncul larangan memilih nonmuslim
Saat Ahok maju Pilgub Babel juga muncul larangan memilih nonmuslim. Eko mengatakan, banyak ajakan agar masyarakat Bangka Belitung jangan pilih pemimpin nonmuslim saat musim Pilkada. Bahkan, seruan itu banyak disampaikan melalui selebaran di seluruh daerah.
Mantan calon Wakil Gubernur Bangka Belitung pendamping Basuki Tjahaja Purnama, Eko Cahyono menjadi saksi meringankan kasus dugaan penodaan agama. Dalam kesaksiannya, dia menceritakan gencarnya serangan isu agama dalam Pilgub Bangka Belitung tahun 2007 kala itu.
Eko mengatakan, banyak ajakan agar masyarakat Bangka Belitung jangan pilih pemimpin nonmuslim saat musim Pilkada. Bahkan, seruan itu banyak disampaikan melalui selebaran di seluruh daerah.
"Ada banyak di Provinsi Bangka Belitung. Mereka (warga) dilarang pilih pemimpin nonmuslim. Disampaikan juga di masjid saat Solat Jumat sama ditulis di selebaran-selebaran. Itu hal biasa di sana," katanya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (7/3).
Dia mengungkapkan, kebanyakan penduduk di Bangka Belitung beragama Islam dan mereka menghormati sosok Ahok berikut keluarganya di sana. Namun, baru saat Pilgub Bangka Belitung tahun 2007 isu agama tersebut ramai menjadi bahan pembicaraan.
"Karena waktu Pak Ahok di Belitung Timur, banyak membawa perubahan. Warga senang dengan Pak Ahok. Soal jangan pilih pemimpin nonmuslim baru ada pas Pilkada itu," tutup Eko.
Baca juga:
Saksi Ahok sebut banyak pihak gunakan ayat suci buat tujuan pribadi
JPU keberatan saksi yang dihadirkan Ahok tak masuk dalam BAP
Ini alasan penasihat hukum hadirkan kakak angkat Ahok di persidangan
Saksi sebut Ahok kalah di Pilgub Babel karena isu agama
Ahok jalani sidang ke-13 kasus penistaan agama