Rumah mewah tempat produksi vaksin palsu digerebek polisi
Pemilik rumah sempat membantah dan menuding polisi merekayasa kasus tersebut.
Bareskrim Mabes Polri, membongkar jaringan peredaran vaksin untuk balita diduga palsu. Salah satu rumah yang digerebek pada Rabu malam lalu berada di kawasan elite Perumahan Kemang Pratama, Kota Bekasi.
Informasi dihimpun merdeka.com, rumah yang digerebek petugas merupakan milik pasangan suami istri Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina. Dari rumah yang berada di Jalan Kumala 2 blok M nomor 29 tersebut, petugas menyita ribuan botol vaksin diduga palsu.
"Ada 36 dus yang dibawa petugas kepolisian usai melakukan penggeledahan," kata petugas keamanan setempat, Eko Supriyanto, Jumat (24/6).
Ia menjelaskan, penggerebekan itu bermula ketika belasan petugas polisi membawa sekitar enam unit mobil pribadi datang ke komplek tersebut sekitar pukul 21.00 WIB. Mereka meminta Eko untuk menjadi saksi penangkapan itu.
"Awalnya petugas salah masuk rumah, mungkin karena gelap, jadi informannya salah menunjukkan rumah," kata Eko.
Meski demikian, pemilik rumah yang namanya juga Rita tersebut memahami tugas kepolisian. Sehingga, tak lama kemudian, polisi bergerak menuju rumah pasangan suami istri yang diduga memproduksi vaksin palsu tersebut.
"Ketika ditangkap, mereka sempat berkilah, dan menuding polisi melakukan rekayasa yaitu menaruh vaksin palsu di rumahnya," kata Eko.
Namun, begitu ditunjukkan seorang kurir serta hasil penggeledahan, mereka tak bisa mengelak. Alhasil, kedua pasangan suami istri itu digelandang petugas untuk masuk ke dalam mobil, dan dibawa ke kantor polisi.
Holohom, warga setempat mengaku terkejut dengan penangkapan tetangganya tersebut. Soalnya, selama ini penghuni rumah yang digerebek polisi itu dikenal cukup baik. Hanya saja, mereka jarang bersosialisasi dengan warga lain.
"Kami tidak menyangka mereka memiliki usaha seperti itu," katanya.
Baca juga:
Kematian bayi usai imunisasi awal terungkapnya kasus vaksin palsu
Waspada, ini ciri-ciri fisik vaksin palsu
Polisi bongkar sindikat pemalsu vaksin untuk bayi
Sindikat vaksin palsu punya jaringan di sejumlah apotek di Jakarta
Bareskrim bongkar kasus vaksin palsu, 5 orang ditangkap