Rumah Hesti digeruduk tetangga gara-gara hobinya pelihara hewan
Geram dengan tingkah tetangganya, Hesti Sutrisno, pemilik belasan anjing dan puluhan kucing serta ayam, membuat para tetangga yang berada di Pondok Benda Residence, Pamulang, Tangerang Selatan, mendatanginya. Mereka menuntut pemilik hewan, tak semena-mena memelihara binatang di kawasan permukiman padat penduduk.
Geram dengan tingkah tetangganya, Hesti Sutrisno, pemilik belasan anjing dan puluhan kucing serta ayam, membuat para tetangga yang berada di Pondok Benda Residence, Pamulang, Tangerang Selatan, mendatanginya. Mereka menuntut pemilik hewan, tak semena-mena memelihara binatang di kawasan permukiman padat penduduk.
Kedatangan puluhan tetangga di perumahan itu, menuntut sang pemilik hewan, mengubah prilakunya mencintai hewan dan menghormati tetangga.
"Memangnya yang tinggal cuma dia, hewan-hewannya dan keluarganya saja. Hargai juga hak bertetangga dong," cetus seorang Ibu yang berada di seberang rumah pasangan Hesti dan Reno, baru-baru ini.
Sebelumnya, Perilaku Hesti yang viral di media sosial, karena memelihara hewan liar yang dia temui, sempat menuai kecaman dan pujian.
Namun oleh puluhan tetangga di tempat tinggalnya, perilaku Hesti dengan memelihara banyak hewan di lingkungan perumahan jelas mengganggu warga sekitar.
"Rasakan baunya seperti apa, memang semua hewan yang dia bilang dia rawat itu terpelihara dengan baik, malah hewan-hewan itu mengganggu kami, karena dibebas liarkan seenaknya," terang Ibu berkacamata itu.
Tidak saja diliarkan dalam lingkungan kompleks bernuansa town house, hewan-hewan peliharaan seperti anjing juga kerap membuang kotoran di rumah warga.
"Kalau cuma di jalan sih mending, ini sampai masuk ke rumah. Jelas mengganggu," bilang dia.
Tetangga depan rumah Hesti, Yohanes, menerangkan, dia bersama puluhan ibu-ibu lainya, sudah berkali-kali menegur sang pecinta hewan. Namun usaha tersebut, seperti tak direspons dan malah diabaikan.
"Dulu dia (Hesti) masih ikut arisan ibu-ibu di sini, kami tegur soal hewan peliharaanya, berkali-kali itu kami sampaikan. Malah tidak digubris, mungkin bosan, dia akhirnya enggak pernah nyampur lagi," bilangnya.
Dia bersama warga lainnya berharap, kecintaan Hesti terhadap binatang, tak lantas mengganggu lingkungan di sekitarnya.
"Silakan saja, namun sewajarnya. Kalau dia kumpul-kumpulin binatang, terus enggak terawat dengan baik dan malah mengganggu lainnya, apa itu berpahala," saut tetangga Hesti yang lain.
Dari pantauan di lokasi, rumah Hesti yang berada di blok B3 RT 02 RW 22 nomor 9 itu, sangat kumuh. Bau kotoran hewan juga sangat menyegak ke hidung ketika berada sekitar 20 meter sebelum rumah Hesti.
Warga berharap, hobi dan kecintaan Hesti terhadap hewan tak menyampingkan hak-hak warga lain.
Pasalnya selain kumuh, bau kotoran hewan dan dampak sosial lainnya akan sangat terasa bagi masyarakat.
Akhirnya dalam pertemuan warga dengan Hesti dan suami, disepakati delapan anjing dari 11 anjing milik Hesti dibawa oleh pecinta binatang dari Garda Satwa Indonesia.
"Ya kami sepakati, delapan anjing kami bawa ke rumah penampungan hewan di Pondok Cabe, untuk kucing-kucingnya disepakati untuk tidak diliarkan, dan apabila mengotori lingkungan, pemilik harus bertanggung jawab membersihkan," ucap petugas dari Garda Satwa Indonesia.
Baca juga:
Topeng monyet 'hidup lagi' di Jakarta
Kejam, monyet-monyet ini dimandikan dengan cara dilempar ke sungai
Pemprov DKI kebiri puluhan kucing peliharaan di Duren Sawit
Jaket buat anjing termahal di dunia dipintal dari emas 24 karat
Berpenampilan unik,5 kucing bermuka 2 ini bakal jadi peliharaan paling keren
Menengok satwa-satwa kurus kering hidup menderita di Venezuela
Dandim 0101/BS serahkan 4 satwa dilindungi ke BKSDA Aceh