Rumah digusur PT KAI, warga lempari petugas pakai lumpur
Rumah digusur PT KAI, warga lempari petugas pakai lumpur. PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menggusur sejumlah bangunan yang berdiri di pinggir rel kereta api, sekitar Jalan Timah, Medan. Upaya penggusuran ini mendapatkan perlawanan dari warga yang tidak terima.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali menggusur sejumlah bangunan yang berdiri di pinggir rel kereta api, sekitar Jalan Timah, Medan. Upaya penggusuran ini mendapatkan perlawanan dari warga yang tidak terima.
"Penertiban ini kita lakukan untuk mempermudah akses pembangunan jalur rel ganda kereta api," kata Humas PT KAI Divre I Sumut, Joni Martinus, Rabu (26/10).
Bangunan yang ditertibkan sebelumnya sudah pernah digusur. Namun, warga kembali mendirikan bangunan di sana.
Saat melakukan penggusuran, petugas PT KAI dibantu personel kepolisian, TNI dan Satpol PP Pemkot Medan. Sekurangnya terdapat 600 personel kepolisian yang dilibatkan.
Namun warga keberatan dengan penertiban itu. Menurut mereka, bangunan yang didirikan tidak mengganggu akses pembangunan jalur rel ganda.
Apalagi ganti rugi yang diberikan hanya Rp 1,5 juta per bangunan. "Untuk mengangkut barang-barang saja uang itu kurang," kata Ida, seorang warga.
Meski keberatan dengan penggusuran, warga sempat terlihat membongkar sendiri bangunannya. Pembongkaran dinilai lambat, alhasil PT KAI mengerahkan alat berat.
Warga memprotes pembongkaran bangunan menggunakan alat berat. "Kalian semua enggak punya hati," teriak warga.
Sejumlah ibu-ibu bahkan melempari petugas dengan lumpur dan benda lain. Personel Polisi Wanita (Polwan) langsung bertindak dan mengamankan para pelaku pelemparan. Beberapa di antaranya bahkan harus digotong karena pingsan.
Kondisi dapat dikendalikan setelah warga yang protes memilih mundur. Mereka terpaksa merelakan bangunannya dirubuhkan menggunakan alat berat.
Penggusuran masih berlangsung. Pihak PT KAI menjadwalkan penertiban bangunan itu akan selesai hari ini.
Baca juga:
Asal punya e-KTP, korban penggusuran bisa pilih calon gubernur DKI
Korban gusuran demo tolak kedatangan Ahok di RPTRA Tebet
Kehidupan keras nelayan kecil di Pelabuhan Sunda Kelapa
Ahok akan usir penghuni Rusunawa yang nunggak karena main politik
Kehidupan warga Pasar Ikan Luar Batang bertahan di tanah gusuran