LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ruhut dukung Waseso bentuk 'Petrus' buat tembak mati bandar narkoba

"Generasi muda kita hancur semua gara-gara narkoba," kata politikus Partai Demokrat itu.

2015-11-27 13:44:25
Budi Waseso Kepala BNN
Advertisement

Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mendukung langkah Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso untuk menghidupkan kembali penembak misterius (petrus). Rencananya Waseso menggerakkan petrus untuk membunuh di tempat para pengedar atau bandar narkoba.

"Selama itu untuk memberantas narkoba, karena Pak Buwas (Budi Waseso) sudah professional di bidang itu, kita harus hormati. Ditembak mati, yang mati pun hanya beberapa," kata Ruhut saat dihubungi merdeka.com, Jumat (27/11).

Menurut Ruhut, tim petrus tersebut bisa menuntaskan dampak narkoba. Sebab, menurutnya, narkoba sudah menggerogoti generasi penopang masa depan negara.

"Generasi muda kita hancur semua gara-gara narkoba. Saya dukung Pak Buwas (Waseso) karena narkoba ini sudah kebangetan merusak generasi muda. Orang yang pakai narkoba, mati overdosis pakai diadili enggak? Sudahlah, Pak Buwas (Waseso) profesional, dia mitra kami di Komisi III," tuturnya.

Politikus Partai Demokrat ini tak peduli pelanggaran HAM yang akan ditimbulkan. Ruhut juga mengklaim bahwa sejak dulu petrus berperan bagus guna menjaga stabilitas negara.

"Nyatanya dulu petrus bagus juga kan untuk shock teraphy. Perlu soalnya sudah kebangetan narkoba ini. Mana ada daerah yang tidak terkena narkoba. Semua sudah kena, mulai Serambi Mekkah Aceh sampai Papua," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Waseso tengah menyiapkan tim khusus pemburu gembong narkoba yang semakin meresahkan. Sudah jauh-jauh hari Budi Waseso menyatakan timnya siap menembak mati gembong narkoba.

Dikatakan Budi Waseso, tim Petrus dibentuk karena hukum di Indonesia masih kurang tegas terhadap para gembong narkoba. Tim Petrus akan ditempatkan di wilayah-wilayah perbatasan di mana kerap dijadikan jalur masuk narkoba dari negara lain.

"Secara teknis, Tim Petrus akan bergerak setelah mengantongi data dan identitas bandar atau pengedar dari hasil penyelidikan mendalam BNN. Sehingga tidak akan salah. Karena kita berikan data setelah betul-betul diketahui target memang betul bandar atau pengedar narkoba," tegasnya kepada merdeka.com.(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.