LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

'Ruang Kumpulkan Dana Politik 2024 Hasil Korupsi Besar Jika Pencegahan Lemah'

Eks Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengaku tidak bisa membayangkan, bagaimana jalannya sebuah kepemimpinan di tangan aktor poltik yang didanai dengan cara kotor.

2021-06-05 12:12:18
Kasus korupsi
Advertisement

Pegiat Antikorupsi Febri Diansyah mengamati momen politik di tahun 2024 harus diwaspadai terkait pencegahan dan pemberantasan korupsi. Pemilu 2024 menjadi hajatan besar demokrasi karena menggabungkan pemilihan presiden, DPR, dan kepala daerah dalam tahun yang sama.

"Dihubungkan teori, konsep dan kasus yang terjadi tentang kebutuhan dana politik yang besar, dari mana politikus bisa mendapatkan dana? apakah dari kekayaan mereka? kekayaan mereka hampir tidak mungkin, di sini lah kalau pemberantasan korupsi tidak kuat, maka ruang untuk mengumpulkan dana politik (dari hasil korupsi) itu bisa jadi lebih besar," kata Febri dalam akun Instagram pribadinya @febridiansyah.id, seperti dikutip Liputan6.com, Sabtu (5/6/2021).

Eks Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini mengaku tidak bisa membayangkan, bagaimana jalannya sebuah kepemimpinan di tangan aktor poltik yang didanai dengan cara kotor.

Advertisement

"Pemimpin politk kita didukung oleh pendanaan politk yang kotor karena pemberantasan tak berjalan maksimal, tidak bisa dibayangkan," kritik dia.

Febri meyakini pada akhirnya KPK semakin dilemahkan dan tidak lagi independen dalam menjalankan tugasnya, maka sudah pasti menguntungkan para pelaku korupsi.

"Karena kalau kita bicara korupsi kita bicara soal kekuasaan dan kewenangan yang disalahgunakan untuk keuntungan diri sendiri dan pedanaan politik itu," Febri menandasi.

Advertisement

Reporter: M Radityo

Baca juga:
PAN Dukung Pilpres 2024 Diikuti Lebih dari 2 Paslon: Calon Pemimpin Muda Banyak
Menebak Makna 'Siapapun Capresnya, Wakilnya Puan' dari Bambang Pacul
Soal Berpasangan dengan Ridwan Kamil, AHY Bilang 'Kita Mencoba Realistis'
Memprediksi Munculnya Tiga Poros Koalisi di Pilpres 2024
Andi Arief Sebut Demokrat Komunikasi dengan PDIP yang Bukan Kubu Hasto

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.