RS Polri berikan terapi hiperbarik untuk penyelam evakuasi Lion Air JT610
Mulai saat ini pelaksanaan terapi dilakukan kepada 15 orang penyelam dan dilakukan pergantian setiap harinya. Mereka kemudian dibagi menjadi 3 kelompok. Jadi 5-5, 5 penyelam pertama mungkin waktunya kurang lebih 2,5 jam.
RS Polri Kramatjati, Jakarta mulai memberlakukan terapi oksigen hiperbarik untuk tim penyelam proses evakuasi pesawat Lion Air JT-610. Apalagi tim penyelam sudah melaksanakan tugasnya kurang lebih enam hari setelah kejadian.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol Musyafak, menyatakan terapi tersebut bertujuan menetralisir nitrogen-nitrogen yang ada di dalam tubuh. Sehingga bisa normal kembali.
"Karena nitrogen kalau lebih dari nilai ambang bisa mengganggu kesehatan, menekan saraf dan sebagainya," kata Musyafak, Minggu (4/11).
Mulai saat ini, kata dia, pelaksanaan terapi dilakukan kepada 15 orang dan dilakukan pergantian setiap harinya. Sementara itu, menurut Kasubdit Patroli Ditpolair Barhakam Kombes Makhruzi menyatakan anggota tersebut terbagi menjadi tiga kelompok.
"Jadi 5-5, 5 penyelam pertama mungkin waktunya kurang lebih 2,5 jam. 5 orang lagi sampai selesai 15 orang, mungkin besok kita lanjutkan dengan penyelam berikutnya," ucapnya.
Makhruzi menjelaskan selama evakuasi setiap penyelam menyelam hingga kedalaman 31-32 meter, sehingga terdapat beberapa kesalahan yang dilanggar. Sebab semakin dalam kedalaman laut, dapat menyebabkan penyelam mengalami keracunan.
"Paling lama waktu (menyelam) kita hanya bisa 15 menit, kemudian kita harus segera naik 5 meter untuk safety stop," jelasnya.
Sebelumnya, RS Polri Kramatjati sudah mengidentifikasi tujuh korban pesawat Lion Airyang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat. Tim medis menggunakan metode primer melalui sidik jari dan rekam medis.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Sepekan evakuasi Lion Air jatuh, 105 kantong jenazah diterima RS Polri
Hari ini, Tim SAR upayakan angkat turbin dan ban pesawat Lion Air
Unggah hoaks kecelakaan Lion Air, wanita 30 tahun ditangkap
Kapal Baruna Jaya turunkan ROV untuk cari black box Lion Air JT 610
Penjelasan Kapushidrosal, jauhnya jarak temuan tubuh korban dan titik jatuh Lion Air
Kesedihan istri penyelam Syahrul Anto ingat pesan terakhir suami tentang takdir
Tim SAR sulit temukan CVR black box terkendala lumpur tebal di dasar laut