LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rommy Ajak Kiai dan Ulama Turun Gunung Tangkal Hoaks

Ketua Dewan Pembina Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) ini juga menganggap seruan dari para kiai dan ulama ini masih didengarkan oleh masyarakat. Sehingga hoaks yang beredar bisa ditangkal melalui para kiai dan ulama.

2019-02-24 04:31:00
Hoaks
Advertisement

Ketua Umum PPP, Romahurmuziy atau Rommy mengajak para kiai dan ulama untuk menangkal maraknya hoaks yang beredar di masyarakat. Menurut Rommy, posisi kiai dan ulama saat ini masih menjadi sosok yang dipercaya oleh masyarakat.

Ketua Dewan Pembina Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) ini juga menganggap seruan dari para kiai dan ulama ini masih didengarkan oleh masyarakat. Sehingga hoaks yang beredar bisa ditangkal melalui para kiai dan ulama.

"Bagi saya kiai ini kan adalah tokoh yang masih dianut oleh masyarakat terkait dengan seruan moral. Seruan anti hoaks ini seruan moral," ujar Rommy dalam deklarasi Halaqah Alim Ulama bertema 'Merawat Ukhuwah Islamiyah, Melawan Hoaks dan Fitnah' di kompleks Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Sabtu, (23/2).

Advertisement

Rommy mengungkapkan hoaks bisa membuat orang dari berbagai lapisan dan tingkat kecerdasan pun termakan dengan isu yang disebarkan. Bahkan banyak tokoh politik papan atas pun disebut Rommy pernah termakan hoax yang beredar.

"Kita melihat hari ini kelas tokoh kaliber politik seperti Pak Amien, Prabowo, Fadli sama Fahri, pimpinan DPR saja, itu termakan dengan Ratna Sarumpaet. Artinya kita tidak bisa banyak lagi berharap kepada mereka-mereka yang ketika kedudukan dan jabatan publik, status sosial begitu tinggi ternyata masih terjebak dengan hoaks dengan permainan-permainan yang bersifat fitnah," urai Rommy.

Rommy pun meminta kepada para kiai dan ulama selama 53 hari mendatang atau hingga pemilu berakhir agar turun gunung menangkal hoaks. Turun gunung ini bisa dilakukan lewat ceramah-ceramah maupun khutbah-khutbah anti hoaks.

Advertisement

"53 hari ke depan para kiai dan ulama yang menyampaikan dalam forum-forum agama seperti Jumatan dan majelis taklim yang secara rutin mereka punyai, bisa mengkampanyekan anti hoaks dan anti fitnah dan mengajak pemilih cerdas untuk melawan hoaks dan fitnah bersama-sama," pungkas Rommy.

Baca juga:
Narasi Kebencian Semakin Tajam Usai Debat Capres Kedua
Anggota DPR dari PDIP Minta Kapolres Tahan Kadiskominfo Tulungagung yang Sebar Hoaks
Hoaks Makin Massif Jelang Pencoblosan Pemilu 2019
Jadi Tahanan PN Jaksel, Ratna Sarumpaet Akan Segera Disidang
Luhut Kesal Buzzer Medsos Sebar Hoaks Bikin Rusak Pikiran Anak Muda
Bertemu Budi Dalton, Sekjen PDIP Jelaskan Jokowi-Ma'ruf Tak Suka Sebar Hoaks
Menteri Agama Ingatkan Masyarakat Tak Ikut Sebar Hoaks dan Jaga Persaudaraan

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.