Rombongan DPR pantau mudik di Pelabuhan Tanjung Priok
Jika kapal laut tidak bisa bersaing, maka moda transportasi itu sulit menjadi alternatif.
Sebanyak 26 anggota Komisi VI DPR hari ini mengunjungi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk memantau pelayanan mudik lebaran. Mereka meninjau mulai dari terminal penumpang hingga ke dermaga, tempat kapal bersandar.
Dalam kunjungannya, ketua rombongan, Erik Satrya Wardhana, mengatakan, seharusnya kapal laut bisa menjadi alat transportasi alternatif. Namun, karena harga tiketnya tidak jauh berbeda dengan harga pesawat, kapal laut sulit bersaing.
"Tapi kini ada kebijakan dari PT Pelni harga Rp 700 ribu menjadi Rp 200 ribu, dan ternyata itu dibawa nilai ekonomis," ujar dia.
Politikus Hanura itu mengatakan, jika kapal laut tidak bisa bersaing, maka moda transportasi itu sulit menjadi alternatif. Dia menambahkan, pelayanan penumpang di dalam kapal juga wajib diprioritaskan, di samping juga pelayanan dermaga.(mdk/ren)