LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Risma ingin bangun kandang baru buat satwa uzur di KBS

Tujuannya, kata Risma, agar tak menjadi masalah ketika hewan-hewan itu mati karena dimakan usia atau karena sakit parah.

2014-03-19 02:16:00
Gebrakan Risma
Advertisement

Kebun Binatang Surabaya (KBS) di Jawa Timur terus berbenah. Bahkan, Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini mewacanakan akan membangun kandang-kandang baru untuk hewan-hewan yang ada di kebun binatang terlengkap se-Asia Tenggara tersebut.

Namun, Risma mengaku tetap berhati-hati, karena dia tidak ingin menyalahi aturan. "Dulu, itu kan belum ada izin (izin konservasi dari Kemenhut), kita ingin membangun kandang, khususnya kandang Pelikan (Burung Pelikan)," kata Risma saat berbincang santai dengan wartawan di ruang kerjanya, Selasa sore (18/3).

Kandang Pelikan, kata Risma, dulunya sangat bau dan kotor, sehingga menimbulkan bau tidak sedap. "Tempatnya itu kan ada di depan, dulu itu bau sekali. Saya waktu mau masuk saja, itu sempat muntah-muntah, tapi sekarang sudah tidak," katanya.

Risma melanjutkan, dulu pemkot dan KBS ingin membangun kandang di luar kandang. Artinya, meski dibangun kandang baru, kandang aslinya tetap tidak disentuh.

"Karena dulu belum ada izin, jadi kita bangun kandang di luar kandang. Kandang aslinya kita kasih pintu. Jadi burungnya tetap bisa keluar. Tapi sekarang kan izin sudah turun, mungkin sudah tidak perlu seperti itu (kandang di luar kandang), tapi kalau memang nggak boleh ya kita tetap menggunakan konsep tersebut."

Sebenarnya, masih kata Risma, di KBS itu tidak over populasi. Sebab, kandang yang ada di KBS memang terlalu kecil. Sementara hewan-hewannya terus berkembang biak.

"Lahannya itu kan masih bisa digunakan untuk memperluas kandang yang sempit, jadi sebenarnya tidak over populasi. Over populasi itu sebenarnya tergantung besar-kecilnya kandang," ucapnya lagi.

Tak hanya itu, Risma juga mewacanakan akan memisahkan atau membuat kandang tersendiri bagi hewan-hewan yang sudah tua dan sakit. Agar tidak menjadi masalah ketika hewan-hewan itu mati karena dimakan usia atau karena sakit parah.

"Hewan-hewan yang dalam pengawasan (tua dan sakit) ada sekitar 84 ekor (tiga ekor sudah mati, tersisa 81 ekor), jadi kalau dibuatkan kandang tersendiri pengawasannya bisa lebih baik," sahut Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser.(mdk/mtf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.